Pemkab Sleman Pastikan Anggaran Penanggulangan Kemiskinan Aman
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Ilustrasi, Lomba Dayung Danlanal Yogyakarta Cup 2018 di Waduk Sermo, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Minggu (16/12/2018)/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Keterbatasan sarana olahraga masih menjadi pekerjaan rumah dalam pembinaan atlet berprestasi di Kabupaten Sleman. Sejumlah cabang olahraga, termasuk dayung dan renang, belum memiliki fasilitas latihan yang sesuai kebutuhan meski fasilitas olahraga Sleman dinilai relatif lengkap dibandingkan kabupaten/kota lain di DIY.
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, mengatakan persoalan terutama terjadi pada cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus. Kondisi tersebut membuat atlet harus berlatih ke luar daerah dan turut menambah biaya pembinaan.
Atlet Dayung Harus Berlatih ke Luar Sleman
Haris mengatakan cabang olahraga dayung saat ini hanya memiliki satu lokasi latihan di Embung Kaliaji Turi. Masalahnya, lintasan yang tersedia hanya sekitar 150 meter, sedangkan nomor yang dipertandingkan jauh lebih banyak.
"Untuk dayung, tempat latihan kami hanya ada satu di Embung Kaliaji Turi. Jaraknya hanya jarak pendek, kurang lebih 150 meter. Padahal untuk dayung itu ada 33 nomor yang dipertandingkan," kata Haris saat ditemui di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).
Dari total 33 nomor pertandingan dayung, sebanyak 21 nomor membutuhkan lintasan jarak menengah dan jauh. Karena fasilitas tersebut belum tersedia, atlet Sleman harus menjalani latihan di luar daerah, seperti Kulonprogo atau Cilacap.
Latihan di luar daerah membuat anggaran pembinaan ikut bertambah. Selain kebutuhan latihan, KONI Sleman harus memperhitungkan biaya transportasi dan kebutuhan lainnya.
Kolam Renang Belum Memenuhi Standar Nasional
Persoalan fasilitas juga dialami atlet renang. Haris menyebut kolam renang di UNY Karangmalang belum memenuhi standar nasional karena dimensinya masih kurang sekitar 2 sentimeter.
Menurut Haris, fasilitas kolam renang di DIY yang memenuhi standar berada di UNY Kulonprogo. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi pembinaan atlet renang Sleman.
Haris mengatakan KONI Sleman masih dapat memenuhi kebutuhan barang habis pakai untuk mendukung pembinaan atlet. Namun, pembangunan maupun peningkatan sarana olahraga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
"Untuk sarana prasarana tentunya kami harus koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.
Revitalisasi Stadion Tridadi
Pemkab Sleman sebelumnya mendorong revitalisasi Stadion Tridadi agar dapat menjadi fasilitas olahraga berstandar nasional. Bupati Sleman Harda Kiswaya juga telah membahas rencana tersebut dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembenahan fasilitas olahraga menjadi semakin penting karena Sleman tengah mempersiapkan kontingen menuju Porda DIY XVIII 2027 di Kulonprogo.
KONI Sleman telah memulai Pelatkab tahap pertama yang berlangsung Juli hingga Desember 2026. Program tersebut melibatkan 1.399 peserta dari 50 cabang olahraga.
Dispora Sleman Fokuskan Pembinaan Atlet Usia Dini
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Heru Saptono, mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
Pembinaan tersebut salah satunya dilakukan melalui cabang olahraga yang dipertandingkan secara rutin dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Ada enam cabang olahraga yang dinilai potensial untuk dikembangkan sejak usia pelajar, yakni bola voli, senam SKJ, taekwondo, catur, panahan, dan tenis meja.
"Alasan pertamanya, keenam cabang olahraga kemarin juga merupakan juara umum dari Popda. Sehingga kita harus mempersiapkan untuk Popda di tahun 2027 nanti," kata Heru.
Menurut Heru, pembinaan usia dini merupakan salah satu dari tiga pilar pembinaan olahraga yang dijalankan Dispora Sleman. Dua pilar lainnya adalah pembinaan prestasi bersama KONI, NPCI, dan Kormi serta pembudayaan olahraga di masyarakat.
PPLP Sleman Mulai Oktober 2026
Selain pembinaan atlet usia dini, Dispora Sleman akan menggelar Pusat Pelatihan dan Pelajar (PPLP) mulai Oktober 2026.
Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan atlet muda berprestasi agar mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.
Heru mengatakan sebanyak 27 cabang olahraga akan difasilitasi dalam program PPLP. Jumlah tersebut disesuaikan dengan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Popda 2027.
Persiapan menuju kompetisi tersebut berjalan bersamaan dengan kebutuhan peningkatan fasilitas olahraga. Bagi KONI Sleman, ketersediaan sarana yang sesuai menjadi bagian penting agar pembinaan atlet dapat berjalan optimal, khususnya pada cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus seperti dayung dan renang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.