Bupati Kulonprogo Ajak Siswa SMPN 3 Kokap Jauhi Judi Online dan Radikalisme

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Selasa, 06 Oktober 2026 06:07 WIB
Bupati Kulonprogo Ajak Siswa SMPN 3 Kokap Jauhi Judi Online dan Radikalisme

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan. - ist

Harianjogja.com, KULONPROGO— Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengingatkan para siswa SMP Negeri 3 Kokap untuk menjauhi judi online (judol), paparan paham radikalisme, hingga praktik perundungan. Pesan tersebut disampaikan saat Agung menyambangi sekolah tersebut dalam kegiatan edukasi anak yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo, Senin (5/10/2026).

Di hadapan siswa dan guru, Agung kembali mengingatkan ikrar bersama yang telah diucapkan seluruh pelajar se-Kabupaten Kulonprogo pada akhir 2025. Ikrar tersebut menjadi salah satu upaya membentengi pelajar dari ancaman judi online, paham radikal, dan perundungan.

"Jadi, kita semua sudah melakukan satu ikrar, dan untuk itu Pemkab Kulonprogo hadir untuk mencegah serta memberikan satu pemahaman kepada kalian semua," ujarnya kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Bupati Kulonprogo Soroti Bahaya Judi Online

Agung secara khusus mengingatkan siswa mengenai risiko judi online. Ia menyoroti dampaknya terhadap status kependidikan para pelajar, termasuk data yang terintegrasi dengan sistem informasi kependidikan.

"Kenapa hari ini kami perlu hadir? Untuk memastikan agar anak-anakku semua ini tidak terkena Judol. Karena dengan judi online, yang paling sederhana, HP kalian yang terintegrasi dengan data informasi kependidikan akan menyebabkan kalian kehilangan hak untuk mendapatkan dana-dana dari pemerintah, seperti PKH atau BOS. Jadi tolong tidak bermain judi online," tegasnya.

Karena itu, Agung meminta para siswa tidak mencoba maupun terlibat dalam aktivitas judi online. Ia menempatkan pencegahan sejak lingkungan sekolah sebagai bagian penting untuk membentengi anak-anak dari ancaman tersebut.

Selain judol, Agung mengingatkan siswa mengenai bahaya paparan paham radikalisme yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Menurut dia, energi dan waktu para pelajar sebaiknya diarahkan ke berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif.

Siswa didorong aktif dalam olahraga, seni budaya, organisasi kepemudaan, serta memperkuat spiritualitas melalui kegiatan keagamaan.

Siswa Diminta Tak Melakukan Perundungan

Pesan lain yang disampaikan Agung berkaitan dengan kasus perundungan atau bullying di kalangan remaja. Ia meminta para siswa menjaga hubungan dengan sesama agar lingkungan sekolah tetap nyaman untuk belajar.

"Yang ketiga, tidak boleh melakukan bullying atau perundungan kepada sesama. Kalau ingin jadi anak hebat, jangan bully temannya agar nyaman belajar bersama," lanjutnya.

Menurut Agung, upaya membangun lingkungan belajar yang aman tidak hanya berkaitan dengan proses akademik. Sikap antiperundungan juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga memastikan Pemkab Kulonprogo siap memfasilitasi siswa yang memiliki keterbatasan biaya agar tetap dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Salah satu fasilitas yang disebut adalah program Sekolah Rakyat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang menghadapi kendala biaya.

Kepala SMPN 3 Kokap Apresiasi Perhatian Pemkab

Kepala SMPN 3 Kokap, Uswatun Hasanah, menyambut baik kunjungan Agung beserta jajaran Pemkab Kulonprogo. Ia menilai kehadiran bupati memberikan dukungan sekaligus motivasi kepada siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar.

"Kehadiran beliau (bupati) memberikan dukungan, memberikan motivasi, memberikan arahan kepada siswa-siswa kami agar lebih semangat belajar lagi. Juga pesan-pesan Beliau dari tadi tentang anti-bullying, anti judi online. Selain itu, untuk jangan sampai putus sekolah dan melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Insyaallah nanti akan ada jalan. Apabila ada keterbatasan biaya pun, nanti tentu saja akan ada jalan keluar yang akan diberikan melalui beasiswa atau bantuan lainnya oleh pemerintah," ungkap Uswatun.

Uswatun juga mengaku tidak menyangka siswa mendapat kesempatan untuk masuk dan mengikuti kegiatan bersama Bupati Kulonprogo. Selain memberikan pesan dan motivasi, Agung juga menyampaikan akan memberikan apa yang diperlukan sekolah untuk mendukung proses pembelajaran.

"Tadi juga kita enggak mengira kalau anak-anak diundang masuk bersama Pak Bupati. Dan malah Beliau akan memberikan apa yang diperlukan bagi sekolah ini yang mendukung untuk pembelajaran agar mereka lebih belajar dengan lebih baik, juga nantinya lebih semangat lagi," imbuhnya.

Siswa di Wilayah Pinggiran Diminta Tetap Semangat

Uswatun berharap pesan moral yang disampaikan Bupati Kulonprogo serta tawaran dukungan fasilitas sekolah dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa SMPN 3 Kokap. Terlebih, sekolah tersebut berada di wilayah yang jauh dari pusat keramaian dan kota.

"Ya, dengan kunjungan hari ini mudah-mudahan anak-anak terinspirasi dan termotivasi. Apalagi tadi sudah disampaikan juga bahwa walaupun tinggal di daerah yang jauh dari keramaian, dari kota, sebenarnya banyak tokoh-tokoh juga yang berasal dari daerah, dan ini cukup memberikan motivasi belajar bagi anak-anak kami. Nah, ini juga kejutan juga," jelas Uswatun.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemkab Kulonprogo untuk menyampaikan pesan pencegahan kepada pelajar secara langsung. Judi online, radikalisme, dan perundungan menjadi isu yang ditekankan agar tidak mengganggu masa depan siswa.

Di sisi lain, pesan untuk terus melanjutkan pendidikan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pemkab Kulonprogo membuka peluang dukungan melalui program maupun bantuan pendidikan bagi siswa yang menghadapi keterbatasan biaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online