UGM Minta Rencana Kuliah Gratis Diprioritaskan untuk Warga Kurang Mampu
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Petugas damkar berupaya memadamkan api yang melalap Trans Home Sleman, Kamis (1/10/2026)/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman masih menyelidiki penyebab kebakaran Transhome di Kalitirto, Berbah, Sleman. Polisi juga mengonfirmasi pihak Transhome telah melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Polsek Berbah.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan laporan diterima SPKT Polsek Berbah pada 1 Oktober 2026, atau pada hari terjadinya kebakaran.
Namun, laporan yang dibuat pihak Transhome tersebut bukan laporan polisi (LP) terkait dugaan tindak pidana. Dalam administrasi kepolisian, laporan tersebut tercatat sebagai Laporan Gangguan dengan jenis gangguan kebakaran.
“Yang tercatat dalam administrasi kepolisian adalah Laporan Gangguan dengan jenis gangguan kebakaran, bukan Laporan Polisi (LP) terkait tindak pidana,” kata Argo, Senin (5/10/2026).
Menurut Argo, laporan tersebut digunakan untuk mencatat kejadian kebakaran, penanganan di lokasi kejadian, serta tindakan kepolisian yang telah dilakukan.
Sementara terkait penyebab kebakaran, polisi masih melakukan penyelidikan.
“Untuk proses dan penyebab kejadian saat ini masih dalam penanganan atau penyelidikan kepolisian,” ujarnya.
Kebakaran Transhome terjadi pada Kamis (1/10/2026) di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman. Api melalap bangunan supermarket bahan bangunan dan elektronik tersebut.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Polsek Berbah, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar.
Argo menegaskan angka tersebut belum merupakan hasil penghitungan resmi secara keseluruhan. Nilai kerugian masih perlu didata dan dihitung lebih lanjut oleh pihak terkait.
“Nilai tersebut merupakan kerugian yang dilaporkan, sehingga masih bersifat sementara dan belum merupakan hasil penghitungan resmi secara keseluruhan,” katanya.
Kebakaran tersebut menyebabkan dua karyawati meninggal dunia. Bangunan Transhome yang terdiri dari tiga lantai dan satu basement turut terdampak, sementara sejumlah barang, perlengkapan toko, dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga terbakar. Dua korban meninggal dunia sebelumnya telah diidentifikasi oleh polisi.
Dalam proses pemadaman, petugas Damkar Sleman menghadapi kendala ketika menangani area basement. Akses menuju bagian tersebut sempit sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara bertahap.
Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Bidang Damkar Satpol PP Sleman Nawa Murtiyanto sebelumnya mengatakan akses menuju basement hanya tersedia melalui satu jalur yang sempit. Kondisi tersebut, ditambah banyaknya material yang mudah terbakar, membuat proses penanganan berlangsung lama.
Bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi.
Penanganan kebakaran kemudian berlangsung hingga beberapa hari setelah kejadian. Pada Minggu (4/10/2026), Tim Damkar Sleman melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyatakan seluruh bangunan, termasuk basement, sudah dalam kondisi aman.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.
Polresta Sleman mengonfirmasi Transhome telah melaporkan kebakaran ke Polsek Berbah. Penyebab dan kerugian masih dalam penyelidikan.