Polresta Sleman Sita 833 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Baliho Matahari di pintu masuk Jogja City Mall (JCM), Jalan Magelang, Sleman, terbakar pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu diduga dipicu percikan api dari aktivitas pengelasan saat pekerja membongkar baliho.
Ps. Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan saat kejadian sejumlah pekerja tengah melakukan pembongkaran baliho menggunakan alat las. Percikan api dari pekerjaan tersebut diduga menyambar material akrilik hingga memicu kebakaran.
"Sejumlah pekerja melakukan pembongkaran baleho menggunakan alat las. Diduga, percikan api dari proses pengelasan menyambar material akrilik pada baliho hingga menimbulkan kebakaran," terang Argo pada Sabtu (7/11/2026).
Api Dipadamkan Sekitar Pukul 02.20 WIB
Setelah mengetahui baliho terbakar, petugas keamanan bersama para pekerja berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Untuk membantu penanganan, satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Sleman turut dikerahkan ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam sejak api pertama kali muncul.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.20 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran baliho di pintu masuk JCM tersebut.
Polisi juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan mendata saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
"Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Polsek Mlati telah mendatangi lokasi, melakukan pendataan saksi, dan menangani kejadian tersebut," ungkapnya.
Polresta Sleman Ingatkan Keselamatan Kerja
Menyusul kejadian tersebut, Polresta Sleman mengingatkan masyarakat dan pekerja agar mengutamakan keselamatan kerja, terutama ketika menggunakan peralatan yang dapat menghasilkan percikan api seperti mesin las.
Argo meminta pekerja memastikan material yang mudah terbakar berada dalam kondisi aman selama pekerjaan berlangsung. Ketersediaan alat pemadam api ringan juga harus diperhatikan untuk mengantisipasi kebakaran.
"Pastikan material mudah terbakar diamankan, sediakan APAR yang memadai, serta lakukan pengawasan selama pekerjaan berlangsung guna mencegah terjadinya kebakaran," tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan tidak menggunakan sambungan kabel yang menumpuk.
Pastikan pula kompor serta regulator gas telah dimatikan dan dilepas dengan benar sebelum bepergian atau tidur. Selain itu, sediakan alat pemadam api ringan atau media air yang mudah dijangkau di sekitar area rumah untuk penanganan dini.
Langkah pencegahan sekecil apa pun sangat berarti besar dalam melindungi keselamatan keluarga serta lingkungan sekitar dari musibah yang tidak diinginkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menyita 833 botol miras ilegal selama Oktober 2026. Razia menyasar warung, tempat usaha hingga gudang penyimpanan.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.
Banyak lembaga antikorupsi belum menjamin pemberantasan korupsi efektif. Mantan penasihat KPK Suwarsono Muhammad mengungkap perlunya strategi khas Indonesia.
Kemenag menetapkan 52.325 guru sebagai peserta PPG Daljab 2026. Lapor diri dan unggah dokumen dijadwalkan 9–12 November.
Harianjogja.com, SLEMAN—PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman berkomitmen memperkuat profesionalisme, inovasi, dan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat