KDMP Tamanmartani Disiapkan Jadi Penyalur Bansos dan Serap Gabah

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 20 Juli 2026 08:57 WIB
KDMP Tamanmartani Disiapkan Jadi Penyalur Bansos dan Serap Gabah

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, SLEMAN— Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kalasan, diproyeksikan mengemban peran lebih luas sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Pusat sekaligus offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian petani setempat. Rencana tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di Kalurahan Tamanmartani.

Peran baru tersebut mengemuka setelah Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi melakukan kunjungan ke KDMP Tamanmartani. Dalam pertemuan itu, kesiapan koperasi untuk menjadi penyerap hasil pertanian menjadi salah satu pembahasan utama.

Butuh Dryer dan Rice Milling Unit

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan koperasi memerlukan tambahan fasilitas agar mampu menjalankan fungsi sebagai offtaker secara optimal. Sarana yang dibutuhkan meliputi mesin pengering (dryer) dan penggiling padi (rice milling unit/RMU).

Menurut dia, Kementerian Koperasi berencana menghubungkan kebutuhan pembiayaan tersebut dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui skema penambahan pinjaman lunak.

"Sesmenkop ketika berkunjung akan men-sounding-kan dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir untuk top up pinjaman lunak guna pengadaan alat tersebut," kata Mawardi saat dihubungi, Sabtu (19/7/2026).

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengadaan kedua fasilitas tersebut mencapai lebih dari Rp500 juta.

Potensi Produksi Padi Dinilai Besar

Mawardi menilai keberadaan dryer dan rice milling unit akan memperkuat pemanfaatan potensi pertanian di Kalurahan Tamanmartani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, luas tanam padi di Tamanmartani mencapai 810 hektare dengan luas panen 796 hektare pada 2014. Rata-rata produktivitas padi tercatat sekitar 64,65 kuintal per hektare.

Apabila KDMP menjalankan fungsi sebagai offtaker, petani tidak hanya memperoleh kemudahan dalam memperoleh sarana produksi, tetapi juga memiliki kepastian penyerapan hasil panen.

"Pupuk, benih, sampai hasil panen petani siap ditampung KDMP dengan harga yang terjamin," ujarnya.

Modal Usaha Sudah Diperkuat LPDB

Sebelumnya, KDMP Tamanmartani telah memperkuat modal usaha setelah mencairkan pinjaman sebesar Rp750 juta dari LPDB Koperasi RI.

Nilai tersebut merupakan sebagian dari proposal pembiayaan yang sebelumnya diajukan koperasi kepada LPDB KUMKM RI sebesar Rp1,5 miliar.

Mawardi menjelaskan dana pinjaman tersebut telah dimanfaatkan untuk memperkuat stok berbagai unit usaha koperasi, mulai dari penyediaan pupuk hingga kebutuhan bahan pokok (sembako).

Selain memperkuat persediaan barang, KDMP Tamanmartani juga terus memperluas kegiatan usaha melalui berbagai skema kolaborasi sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis koperasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online