Kunjungan Wisata Sleman Turun, Libur Sekolah Dibidik Dongkrak Ekonomi

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 08 Juni 2026 05:17 WIB
Kunjungan Wisata Sleman Turun, Libur Sekolah Dibidik Dongkrak Ekonomi

Satu Jeep Wisata sedang melintas ruas jalan di Kawasan Kaliurang, Kalurahan Umbuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan wisata Sleman sepanjang Januari hingga 31 Mei 2026 mencapai 3.069.511 wisatawan. Meski jumlah tersebut masih menunjukkan tingginya aktivitas sektor pariwisata, capaian itu tercatat menurun 12,57% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3.510.750 kunjungan.

Data sementara Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menunjukkan wisatawan nusantara masih menjadi penopang utama sektor pariwisata daerah. Dari total kunjungan yang tercatat, sebanyak 3.007.123 kunjungan atau 97,97% berasal dari wisatawan domestik, sedangkan sisanya merupakan wisatawan mancanegara.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan bahwa mayoritas wisatawan nusantara yang datang ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman berasal dari Pulau Jawa. Jumlah kunjungannya mencapai 2.644.163 wisatawan atau setara 87,93% dari total wisatawan nusantara yang berkunjung.

“Wisatawan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Sleman,” kata Kus dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Walaupun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi kunjungan wisata hingga akhir Mei 2026 telah mencapai 35,53% dari target kunjungan wisatawan tahun ini yang ditetapkan sebesar 8.553.878 kunjungan.

Sejumlah destinasi unggulan masih menjadi magnet wisatawan selama lima bulan pertama 2026. Tiga lokasi yang mencatat kunjungan tertinggi yakni Candi Prambanan, Kawasan Kaliadem, dan Kawasan Kaliurang.

Untuk mengejar target yang telah ditetapkan, Dispar Sleman terus memperkuat promosi pariwisata sekaligus melakukan pengembangan destinasi wisata agar mampu meningkatkan jumlah kunjungan pada semester kedua 2026.

Di tengah tren penurunan kunjungan wisata Sleman, pemerintah daerah tetap optimistis periode libur sekolah pada Juni hingga Juli 2026 akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pariwisata. Pada masa tersebut, perputaran ekonomi di Kabupaten Sleman diperkirakan dapat mencapai Rp1,2 triliun.

Perkiraan tersebut didasarkan pada meningkatnya mobilitas wisatawan yang diprediksi akan mengunjungi berbagai objek wisata, memanfaatkan layanan hotel dan restoran, berbelanja di pusat oleh-oleh, hingga menggerakkan pelaku usaha mikro dan kecil yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Optimisme itu turut didukung posisi Kabupaten Sleman sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Beragam destinasi berbasis budaya, sejarah, dan keindahan alam yang dimiliki selama ini masih menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan dari berbagai daerah. Pemerintah daerah berharap momentum libur sekolah dapat mempercepat pencapaian target kunjungan wisatawan 2026 sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata di Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online