Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 20 Juli 2026 17:17 WIB
Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran

Perpustakaan - ilustrasi

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman masih mengupayakan agar pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) dapat masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Meski kebutuhan fasilitas literasi dinilai semakin mendesak, realisasi proyek tersebut hingga kini belum dapat dipastikan karena bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Pembahasan pembangunan gedung baru menjadi penting seiring meningkatnya tingkat literasi masyarakat Sleman dan bertambahnya kebutuhan ruang layanan perpustakaan. Jika terealisasi, gedung baru itu diharapkan mampu memperluas fungsi perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang edukasi, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’aruf, mengatakan usulan pembangunan gedung Perpusda masih dalam tahap pembahasan.

"Kami masih mengusahakan agar program pembangunan gedung Perpusda masuk usulan APBD 2027. Ini telah mempertimbangkan keterbatasan anggaran juga. Jadi kami tidak bisa memastikan," kata Fauzan kepada Harianjogja.com, Senin (20/7/2026).

Sebagai bagian dari persiapan, Pemkab Sleman juga berencana melakukan peninjauan ulang terhadap Detail Engineering Design (DED) pembangunan gedung tersebut.

Review DED akan menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek dapat dilanjutkan ke proses penganggaran dan pelaksanaan pembangunan.

"Ya mas, DED perlu review. Rencana review kami lakukan di APBD Perubahan 2026, sekitar Agustus atau September," katanya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih menjaga peluang agar proyek pembangunan perpustakaan tetap dapat berjalan meskipun belum memperoleh kepastian pendanaan.

Sebelumnya, Pemkab Sleman telah menyiapkan rencana pembangunan gedung baru Perpusda untuk meningkatkan kapasitas layanan kepada masyarakat.

Berdasarkan perencanaan awal, pembangunan gedung tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sleman, Anton Sujarwo, mengatakan usulan pembangunan gedung baru sebelumnya telah diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Kami pernah mengajukan usulan pembangunan gedung baru Perpusda ke Bappeda. Nanti tunggu saja pembahasannya,” kata Anton.

Kebutuhan pembangunan gedung baru tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas perpustakaan dan tuntutan pelayanan yang semakin beragam. Ruang yang representatif dinilai penting untuk mendukung pengelolaan koleksi serta meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dalam Laporan Tingkat Literasi Masyarakat Tahun 2025 yang disusun Dispusip Sleman, terdapat lima indikator utama yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi masyarakat.

Kelima indikator tersebut meliputi perpustakaan berstandar nasional, ketercukupan koleksi perpustakaan, ketercukupan tenaga perpustakaan, kemanfaatan perpustakaan, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.

Hasil penghitungan menunjukkan tingkat literasi masyarakat Kabupaten Sleman pada 2025 mencapai 67,18%.

Angka tersebut berada dalam kategori sedang dan melampaui target yang ditetapkan sebesar 54,05%.

Selain itu, capaian tersebut juga meningkat 16,33% dibandingkan realisasi tingkat literasi masyarakat pada 2024 yang tercatat sebesar 50,85%.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kebutuhan pengembangan fasilitas perpustakaan kembali mendapat perhatian. Semakin tinggi aktivitas literasi masyarakat, semakin besar pula kebutuhan ruang yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan belajar dan pengembangan pengetahuan.

Dalam dokumen yang sama, terdapat enam rekomendasi untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat.

Salah satu rekomendasi utama adalah meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan guna mendorong minat baca masyarakat.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembangunan gedung perpustakaan yang lebih menarik, nyaman, dan dilengkapi fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka.

Selain itu, penambahan koleksi fisik maupun digital juga dinilai penting untuk meningkatkan ketercukupan sumber informasi dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

“Harapan kami dengan keberadaan gedung baru Perpustakaan Daerah, perpustakaan bisa menjadi ruang literasi, edukasi, kreativitas, kolaborasi dan rekreasi,” katanya.

Apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, gedung baru Perpusda di Kabupaten Sleman tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendukung penguatan budaya membaca, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online