Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 17 September 2026 21:07 WIB
Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar

Sejumlah murid SD sedang melihat pameran dalam Festival Literasi 2026 yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Kamis (17/9). /Harian Jogja-David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul kembali menggelar Festival Literasi 2026. Agenda tahunan tersebut diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menguatkan dan meningkatkan budaya literasi masyarakat di wilayah Bumi Handayani.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, menjelaskan bahwa perhelatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pelayanan perpustakaan sepanjang tahun. Melalui ajang ini, pemahaman literasi publik diharapkan dapat terus terakselerasi.

Peningkatan budaya membaca di Gunungkidul kini diarahkan pada penguasaan materi hingga melahirkan karya nyata. "Jadi budaya literasi tidak hanya membaca, tapi outputnya bisa menjadi karya serta memberikan inspirasi bagi orang lain," kata Windu, Kamis (17/9/2026).

Rangkaian Festival Literasi 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai Rabu (16/9/2026) hingga Minggu (17/9/2026). Beragam aktivitas disajikan setiap harinya, seperti diskusi mengenai potensi budidaya kopi di Gunungkidul yang dilaksanakan pada Kamis siang.

Adapun ragam sajian program juga dihadirkan untuk menyemarakkan acara tersebut. "Banyak agenda dan kegiatan seperti gelar wicara, bazar buku, pameran UMKM hingga produk literasi yang ada di kalurahan-kalurahan, semua ditampilkan dalam festival," katanya.

Atraksi panggung berupa pentas musik dan seni turut disiapkan guna memberikan hiburan bagi para pengunjung. "Kami mengajak masyarakat untuk hadir dalam kegiatan untuk bersama-sama meningkatkan program literasi di Gunungkidul," katanya.

Ketua Tim Festival Literasi Gunungkidul 2026, Budi Wahyuni, memaparkan bahwa perpustakaan mengemban fungsi vital dalam memicu perubahan sosial yang positif di tengah masyarakat. Keberadaan perpustakaan tersebut bertindak sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan, sekaligus penggerak literasi yang menopang kesejahteraan dan kualitas hidup warga.

Semangat tersebut tecermin dalam arah pelaksanaan perhelatan tahunan ini. "Makanya festival literasi rutin digelar di Gunungkidul. Kegiatan kali ini mengambil tema Peran Perpustakaan dalam Menginspirasi Perubahan melalui Literasi untuk Kesejahteraan," kata Yuni.

Selain wacana literasi umum, panitia turut memfasilitasi ruang ruang tumbuh bagi generasi muda melalui lomba menggambar dan mewarnai. "Nantinya juga ada launching beberapa buku, yang salah satunya tentang kawasan karst di Gunungkidul," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online