Gunungkidul Perluas Pembayaran Tiket Masuk Nontunai ke 5 TPR Wisata

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 15 September 2026 05:57 WIB
Gunungkidul Perluas Pembayaran Tiket Masuk Nontunai ke 5 TPR Wisata

Wisatawan sedang bermain air di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. - Harian Jogja/ist

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembayaran tiket masuk wisata secara non tunai di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, dinilai berhasil. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Pemkab Gunungkidul untuk memperluas sistem cashless ke sejumlah destinasi wisata lainnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, pembayaran non tunai di TPR Baron telah diterapkan sejak Mei lalu. Hasil evaluasi pada akhir Agustus menunjukkan kebijakan tersebut berjalan dengan sangat baik.

Salah satu indikatornya terlihat dari kesiapan wisatawan yang datang. Mayoritas pengunjung telah mengetahui dan dapat menggunakan pembayaran non tunai, sedangkan pengunjung yang belum siap hanya berada di kisaran 3%-5%.

“Prosentases yang belum siap kecil karena mayoritas yang datang langsung bertransaksi secara non tunai,” katanya, Senin (14/9/2026).

Meski persentasenya kecil, Eko mengatakan pengunjung yang belum siap menggunakan pembayaran cashless tetap menjadi catatan dalam evaluasi. Hal tersebut menjadi perhatian karena pemerintah berencana memperluas penerapan sistem pembayaran non tunai ke sejumlah TPR lain.

Lima TPR Disiapkan untuk Cashless

Rencana perluasan pembayaran non tunai mencakup TPR JJLS, TPR Banjarejo, TPR Pulegundes, TPR Ngestirejo, dan TPR Nglanggeran.

Dari lima lokasi tersebut, sebagian besar berada di kawasan destinasi pantai. Hanya TPR Nglanggeran yang berada di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Mayoritas berada destinasi pantai, karena dari lima titik, hanya satu TPR berlokasi di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran,” katanya.

Eko mengatakan persiapan perluasan jaringan pembayaran non tunai masih berlangsung. Pemerintah daerah tengah menyiapkan infrastruktur agar penerapannya dapat berjalan lancar ketika mulai diberlakukan.

Selain infrastruktur, Pemkab Gunungkidul juga mengupayakan kerja sama dengan pihak perbankan. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pengunjung yang belum siap melakukan pembayaran secara cashless di TPR yang telah ditunjuk.

“Tentunya kami juga terus melakukan sosialisasi agar program berjalan dengan baik sehingga Pendapatan Asli Daerah [PAD] dari wisata terus dapat ditingkatkan,” kata Eko.

DPRD Dorong PAD Wisata Naik

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mendukung rencana Pemkab Gunungkidul memperluas pembayaran non tunai di destinasi wisata.

Menurut Ery, sistem tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk mengoptimalkan PAD dari retribusi masuk wisata. Pembayaran secara non tunai juga dinilai dapat menekan potensi kebocoran dalam penerimaan retribusi.

“Kebocoran retribusi harus ditekan agar PAD yang diraih bisa dimaksimalkan,” katanya.

Ery mengatakan sejumlah kebijakan yang dilakukan bupati telah membuahkan hasil dengan meningkatnya PAD dari sektor wisata. Atas dasar tersebut, dalam pembahasan APBD Perubahan 2026, ia meminta adanya kenaikan target PAD wisata dari Rp36 miliar menjadi Rp60 miliar pada akhir tahun.

“Saya kira bisa tercapai karena kunjungan wisata sangat moncer dan pendapatannya suudah tembus lebih dari Rp50 miliar,” kata Ery.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online