Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 15 September 2026 18:27 WIB
Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Jumlah kasus kebakaran di Gunungkidul terus meningkat dan hingga pertengahan September 2026 telah mencapai 153 kejadian. DPRD Gunungkidul pun meminta masyarakat lebih aktif melakukan pencegahan, terutama saat kemarau panjang masih berlangsung.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kejadian pada 2025. Menurut dia, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Kasusnya melonjak siginifikan dibandingkan kejadian di 2025. Makanya, kami mengimbau kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan kebakaran,” kata Endang, Selasa (15/9/2026).

DPRD Dorong Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

Endang mengatakan DPRD Gunungkidul terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran. Langkah tersebut juga memiliki dasar hukum setelah Pemkab Gunungkidul bersama DPRD membentuk Perda No.9/2025 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

“Ini yang menjadi dasar kami untuk menyosialisasikan ke masyarakat berkaitan dengan upaya pencegahan kebakaran di Gunungkidul,” katanya.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah tidak membakar sampah secara sembarangan. Aktivitas tersebut dinilai menjadi pemicu utama kebakaran lahan di lingkungan.

Selain itu, masyarakat diminta melakukan pengecekan secara rutin terhadap instalasi listrik. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menekan risiko kebakaran yang terjadi di rumah.

“Kami juga minta mewaspadai barang-barang yang menjadi sumber api seperti kompor dan lainnya, harus dipastikan mati saat meninggalkan rumah,” katanya.

Kemarau Panjang Bikin Pemadaman Lebih Sulit

Endang menilai kondisi kemarau panjang saat ini turut meningkatkan tantangan dalam penanganan kebakaran. Embusan angin yang lebih kencang dapat membuat kobaran api lebih cepat membesar.

Di sisi lain, keterbatasan ketersediaan air juga dapat berpengaruh terhadap proses pemadaman. Karena itu, masyarakat dinilai perlu mengutamakan pencegahan agar kejadian kebakaran tidak terus bertambah.

“Lebih baik mencegah sehingga kasus kebakaran bisa ditekan,” katanya.

153 Kebakaran, Lahan dan Hutan Mendominasi

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonnstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengatakan berdasarkan data yang masuk hingga saat ini telah terjadi 153 kejadian kebakaran.

Dari data tersebut, sebanyak 83 kasus merupakan kebakaran lahan dan hutan. Sementara itu, sisanya 72 kasus merupakan kebakaran yang menimpa rumah, kandang hingga bangunan lainnya.

“Kemarau panjang membuat potensi kebakaran meninggat. Pada September ini, sudah terjadi kebakaran sebanyak 29 kejadian,” kata Nanang.

Nanang mengatakan upaya penanggulangan perlu terus digencarkan agar jumlah kejadian tidak semakin bertambah sekaligus menekan potensi kerugian.

Ia juga menyoroti aktivitas pembakaran sampah sebagai salah satu penyebab kebakaran lahan yang perlu diwaspadai. Kondisi kemarau membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga masyarakat diminta berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang bersinggungan dengan api.

“Kebakaran, khususnya lahan sering terjadi karena aktivitas pembakaran sampah. Ini harus diwaspadai karena saat terjadi kebakaran, upaya pemadaman lebih sulit, makanya harus berhati-hati saat beraktivitas yang bersinggungan dengan api,” katanya.

Dengan jumlah kejadian yang telah mencapai 153 kasus hingga pertengahan September, pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan potensi kebakaran berikutnya. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan proses pemadaman, tetapi ikut memastikan lingkungan dan aktivitas sehari-hari tidak menjadi sumber munculnya api.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online