5.236 UMKM Bantul Sudah Jualan Online, Omzet Ikut Naik
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.
Foto ilustrasi kekerasan pada anak-anak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL— Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bantul menunjukkan tren meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hingga Juli 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul mencatat 151 kasus yang dilaporkan.
Kekerasan verbal berupa ancaman atau tindakan menakut-nakuti menjadi salah satu kasus yang dominan. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak psikologis serius karena membuat korban merasa tertekan dan mengalami trauma.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Bantul, Tatik Windari, menjelaskan jumlah kasus pada 2024 mencapai 209 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 213 kasus pada 2025. Sementara itu, sampai Juli 2026 sudah terdapat 151 kasus yang dilaporkan kepada DP3AP2KB Bantul.
"Ditambah lagi tahun ini jadi tantangan yang cukup kompleks bagi penanganan isu anak karena kasus daycare di Jogja beberapa waktu lalu itu juga ada korban yang dari Bantul," jelasnya, Selasa (15/9/2026).
Kasus Tersebar di Sejumlah Kapanewon
Tatik mengatakan temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak relatif tersebar di setiap kapanewon di Bantul. Namun, sejumlah wilayah yang berdekatan dengan kawasan kota tercatat memiliki angka sedikit lebih tinggi.
Wilayah tersebut meliputi Kapanewon Bantul, Kasihan, Banguntapan dan Sewon.
"Yang paling dominan adalah kekerasan verbal berupa ancaman atau menakut-nakuti korban. Itu secara psikologis sangat berdampak membuat korban tertekan. Bisa dari keluarga, rekan atau yang lain," ujarnya.
Menurut Tatik, kekerasan verbal dapat membuat korban mengisolasi diri dari lingkungan pergaulan. Korban juga dapat merasa tertekan dan takut ketika menghadapi bentuk kekerasan tersebut.
Dalam beberapa kasus, DP3AP2KB Bantul bahkan menemukan penyintas yang berada dalam kondisi kalut hingga melukai diri sendiri.
"Ini tentu persoalan serius dan kalau dibiarkan berlarut tanpa penanganan dampaknya bisa sangat membahayakan," katanya.
Penanganan Melibatkan Psikolog dan Pekerja Sosial
Kepala DP3AP2KB Bantul, Gunawan Budi Santoso, mengatakan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan dengan melibatkan berbagai lembaga serta forum penanganan.
Pendampingan diberikan melalui Puskesmas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan Anak. Selain itu, terdapat forum perlindungan korban kekerasan yang turut memberikan pendampingan.
"Di masing-masing pengampu itu pasti ada psikolog dan pekerja sosialnya," kata Gunawan.
Gunawan mengatakan waktu yang dibutuhkan setiap korban untuk pulih tidak dapat disamaratakan. Penanganan dan pendampingan dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing korban.
"Kalau luka batin ini kan juga sangat tergantung dengan kondisi lingkungannya, pendampingan psikologis itu hanya langkah lanjutan dalam pemulihan korban. Yang justru penting itu dukungan dari keluarga atau lingkungan pertemanan," ujarnya.
Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 151 laporan hingga Juli 2026, DP3AP2KB Bantul menghadapi tantangan penanganan kekerasan perempuan dan anak yang masih cukup besar. Selain pendampingan profesional, dukungan keluarga dan lingkungan pertemanan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 5.236 UMKM Bantul telah memanfaatkan platform digital untuk berjualan. DKUKMPP Bantul terus mendorong digitalisasi dan literasi usaha.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.