Franco Ramos Jadi Kapten Utama PSIM, Siap Pimpin Laskar Mataram Hadapi Persita
Bek PSIM Jogja, Franco Ramos akan memulai musim menyandang sebagai kapten utama tim. Bek asal Argentina tersebut mengaku siap mengemban tanggung jawab lebih bes
Suasana persidangan kasus Daycare Little Aresha di Pengadilan Negeri (PN) Jogja, Kamis (10/9/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Cahyaningrum Dewojati (CD), mengaku hanya meminjamkan KTP kepada terdakwa Dyah Kusumastuti (DK), ketua yayasan Little Aresha dalam perkara dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo.
Dalam persidangan, CD mengaku tidak pernah mengetahui identitasnya kemudian dicantumkan dalam struktur kepengurusan yayasan. Ia mengatakan KTP tersebut dipinjam dengan alasan untuk formalitas pendirian yayasan pendidikan.
Pengakuan itu disampaikan CD saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Jogja, Kamis (10/9/2026).
KTP Dipinjam karena Alasan Formalitas
CD mengatakan saat itu terdakwa merupakan saudaranya yang rumahnya berjarak sangat dekat. Kondisi tersebut membuatnya tidak menaruh curiga ketika DK meminta meminjamkan KTP.
"Waktu itu saya hanya dipinjam KTP dan tidak memikirkan itu buat apa. Jadi waktu itu sama sekali tidak, ini buat administratif, buat formalitas," kata CD dalam persidangan.
Ia mengaku tidak memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan KTP tersebut. CD juga menyebut dirinya tidak pernah diberikan dokumen lain, seperti draf akta maupun dokumen notaris yang berkaitan dengan pendirian yayasan.
Menurut CD, KTP tersebut kemudian dikembalikan dalam waktu relatif cepat. Ia memperkirakan identitas tersebut berada di tangan terdakwa sekitar tiga hari hingga satu minggu, meski tidak mengingat secara pasti.
Baru Tahu Little Aresha Setelah Kasus Viral
CD menegaskan dirinya baru mengetahui keberadaan Little Aresha setelah kasus tersebut viral. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi daycare dan hanya mengetahui wilayahnya berada di Sorosutan.
"Saya syok karena saya merasa nama saya dicatut, tanpa izin, apa foto saya viral. Dan mohon maaf, yang viral itu malah sekarang justru bukan Little Aresha, tapi nama saya dan UGM," ujarnya.
Ia mengatakan tidak pernah terlibat dalam operasional Little Aresha dan tidak pernah mendatangi lokasi daycare tersebut. Menurutnya, pencantuman namanya sebagai dosen UGM membuat persoalan tersebut semakin berat karena publik dapat mengaitkannya dengan kasus yang terjadi.
CD menduga pencantuman dirinya berkaitan dengan statusnya sebagai dosen. Ia menilai identitasnya kemungkinan digunakan untuk memberikan kesan tertentu terhadap yayasan tersebut.
"Saya melihat itu mungkin mereka itu buat jualan ya. Buat jualan. Jadi memang ditempelkan di situ," kata dia.
Hakim Pertanyakan Alasan KTP Dipinjamkan
Dalam persidangan, majelis hakim berulang kali mempertanyakan alasan CD bersedia meminjamkan KTP untuk pendirian yayasan tanpa menanyakan secara lebih detail mengenai tujuan maupun bentuk yayasan tersebut.
Hakim menilai penggunaan KTP untuk pendirian badan hukum semestinya dipahami memiliki konsekuensi hukum. Posisi CD sebagai seorang dosen juga turut disoroti karena dinilai semestinya membuatnya lebih berhati-hati ketika menyerahkan identitas untuk kepentingan administratif.
CD mengakui dirinya saat itu tidak berpikir sejauh itu karena percaya kepada terdakwa yang merupakan saudaranya.
"Saya tidak detail bertanya," ujar CD saat ditanya hakim mengenai alasannya tidak menggali lebih jauh penggunaan KTP tersebut.
Keterangan Soal Posisi di Yayasan Berbeda
Persidangan juga mengungkap adanya perbedaan keterangan mengenai posisi CD dalam yayasan Little Aresha.
Terdakwa Sri Rejeki yang merupakan pengasuh Little Aresha menyebut dalam sebuah pertemuan di warung makan, CD telah diperkenalkan sebagai penasihat yayasan. Namun, CD membantah pernah diperkenalkan dengan posisi tersebut.
CD mengatakan dirinya tidak pernah mengingat adanya perkenalan sebagai penasihat yayasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bek PSIM Jogja, Franco Ramos akan memulai musim menyandang sebagai kapten utama tim. Bek asal Argentina tersebut mengaku siap mengemban tanggung jawab lebih bes
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.