20 Kampung di Jogja Sudah Dipasang Hidran, Pajeksan Masih Butuh
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Ilustrasi Investasi/magnific.com
Harianjogja.com, JOGJA-- DPRD Kota Jogja mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak hanya memperbanyak kajian investasi, tetapi memastikan hasil kajian tersebut berujung pada langkah konkret. Pengembangan kawasan timur dan selatan dinilai dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat investasi sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Jogja.
Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Krisnadi, mengatakan potensi investasi di Kota Jogja masih dapat ditingkatkan. Salah satu caranya dengan mengoptimalkan kawasan yang dinilai memiliki peluang pengembangan, terutama di sisi timur dan selatan Kota Jogja.
Krisnadi secara khusus mendorong pengembangan kawasan terpadu yang menghubungkan koridor Gembira Loka, XT Square, Giwangan, hingga Kotagede. Menurutnya, rangkaian kawasan tersebut berpeluang dikembangkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di sisi timur Kota Jogja.
"Jangan sampai kajian penawaran investasi hanya berhenti di kajian. Harus ada tindak lanjut yang konkret sehingga kawasan yang memiliki potensi bisa benar-benar berkembang," katanya, Kamis (3/9/2026).
Aset Kota Jogja Ikut Jadi Perhatian
Dorongan pengembangan investasi tidak hanya diarahkan pada kawasan timur. DPRD Kota Jogja juga melihat peluang pada sejumlah aset yang dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Krisnadi menyoroti potensi pengembangan Wisma Hartono di Terban serta lahan di bawah Jembatan Petruk. Kedua aset tersebut menjadi bagian dari perhatian DPRD Kota Jogja dalam melihat peluang investasi yang tersedia.
Ia kembali menekankan agar berbagai kajian mengenai peluang investasi yang telah dibuat tidak berhenti sebagai dokumen. Hasil kajian tersebut, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi strategi konkret untuk mengembangkan kawasan di Kota Jogja yang mempunyai potensi ekonomi.
Dengan demikian, kajian investasi tidak sekadar menjadi bahan perencanaan, tetapi dapat menjadi pijakan untuk mengarahkan pengembangan kawasan yang dinilai memiliki prospek.
DPRD Minta Roadmap Kawasan Selatan
Dorongan penyusunan arah pengembangan juga datang dari anggota Komisi B DPRD Kota Jogja lainnya, Sigit Nurcahyo. Ia meminta Pemkot Jogja memiliki roadmap pengembangan kawasan selatan Kota Jogja.
Menurut Sigit, roadmap diperlukan agar pengembangan kawasan dapat dilakukan secara lebih tertata. Kejelasan arah pengembangan juga dinilai penting untuk memastikan peluang investasi dapat ditempatkan sesuai kebutuhan dan potensi wilayah.
“Arah pengembangan kawasan perlu disusun secara jelas agar peluang investasi dapat diarahkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah,” katanya.
Pemkot Siapkan Kemudahan Perizinan
Kepala DPMPTSP Kota Jogja, Budi Santosa, mengatakan pemerintah terus berupaya memberikan kemudahan dalam proses perizinan sebagai bagian dari upaya mendukung masuknya investasi.
Penyelesaian Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan berbagai layanan perizinan pendukung juga diarahkan agar semakin efektif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jogja memberikan dukungan terhadap investor.
Budi mengatakan Pemkot Jogja telah memfasilitasi proses perizinan untuk mendorong investor pada proyek Wisma Hartono.
Selain fasilitasi perizinan, Pemkot Jogja juga menyiapkan kajian lanjutan untuk sejumlah kawasan. Kajian tersebut akan menjadi bagian dari proses pematangan rencana pengembangan kawasan di Kota Jogja.
“Pemkot Jogja juga tengah menyiapkan kajian lanjutan terkait pengembangan sejumlah kawasan yang akan dimatangkan dalam waktu dekat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
BPS mengajukan tambahan anggaran Rp1,473 triliun pada 2027, termasuk Rp926 miliar untuk survei dan pemutakhiran data.
Raperda penyertaan modal BUMD Kota Magelang disiapkan sebagai payung penguatan ekonomi, dengan fokus kinerja, pengawasan, dan kontribusi daerah.
Pesawat yang membawa Menhut Raja Juli Antoni gagal mendarat di Kalbar karena kabut asap karhutla membuat jarak pandang hanya 100 meter.
Komisi X DPR RI meminta BPS memperbarui data desil maksimal dua minggu karena ketidaksesuaian data menghambat penyaluran bantuan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan kawasan timur dan selatan untuk memperkuat investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.