Riparkap Sleman Disusun, Jadi Acuan Pariwisata 20 Tahun
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
Ilustrasi kereta gantung/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—DPRD Sleman mendorong investasi kereta gantung di kawasan Prambanan senilai Rp200 miliar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu manfaat yang diharapkan yakni terbukanya lapangan kerja bagi warga Sleman.
Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda, mengatakan investasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, rencana pembangunan kereta gantung perlu dipersiapkan melalui kajian yang matang.
Menurut Gustan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. Kajian tersebut perlu melihat kebutuhan tenaga kerja sejak tahap pembangunan hingga kereta gantung nantinya mulai beroperasi.
“Efek yang ditimbulkan apakah mampu membuat potensi tenaga kerja khusus Sleman terserap akibat proses pembangunan dan setelah kereta gantung beroperasi,” kata Gustan saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).
Dia menambahkan kajian pembangunan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek lingkungan. Dampak sosial serta potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian agar investasi tersebut memberikan manfaat bagi kawasan Prambanan.
Selain membuka lapangan kerja, DPRD Sleman berharap keberadaan kereta gantung mampu mendorong aktivitas ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK), terutama masyarakat di sekitar kawasan wisata Prambanan.
Gustan menilai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan investasi tersebut. Wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menikmati kereta gantung sebagai atraksi wisata, tetapi juga memberikan dampak terhadap usaha masyarakat.
“Harapannya wisatawan menginap, makan dan berbelanja di UMK Sleman,” katanya.
Dengan demikian, investasi kereta gantung senilai Rp200 miliar tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur atau atraksi wisata baru. Proyek itu juga diharapkan menciptakan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga Sekitar Diminta Jadi Prioritas
Harapan agar masyarakat lokal mendapat manfaat dari proyek tersebut juga disampaikan Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto. Dia meminta warga di sekitar lokasi menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Menurutnya, pelibatan masyarakat sekitar dapat membuat investasi kereta gantung memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.
Adapun di wilayah Bokoharjo, proyek kereta gantung tersebut direncanakan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) Bokoharjo seluas sekitar 7,9 hektare. Selain itu, terdapat TKD di Kalurahan Sambirejo dengan luas sekitar 1 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
Simak 7 tips parkir mundur di area sempit, mulai dari mengecek titik buta, mengatur spion, hingga memanfaatkan sensor dan kamera.
Persebaya menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat Super League 2026/2027. Tavares waspadai lawan, Rivera mulai berlatih
Jam nuklir berbasis thorium-229 buatan Tiongkok tercatat enam kali lebih stabil daripada prototipe Wina. Simak cara kerja dan potensinya.
WhatsApp menguji Restricted Chat di Android dan iOS beta. Fitur ini membatasi ekspor chat, penyimpanan media, Meta AI, dan perangkat tertaut.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.