PSIM Jogja Belum Kunci Starting Eleven, Van Gastel Buka Persaingan
PSIM Jogja belum mengunci starting eleven untuk Super League 2026/2027. Van Gastel membuka persaingan dan fleksibel soal taktik.
Pengendara sepeda motor mengantre pembelian BBM jenis Pertalite di SPBU Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, pada Kamis (3/8/2026) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA-- Pembelian Pertalite di SPBU Jogokariyan, Jalan Parangtritis, Mantrijeron, Kota Jogja, tidak dibatasi maksimal lima liter bagi setiap pengendara.
Berbeda dengan salah satu SPBU di Sleman yang menerapkan pembatasan lima liter untuk sepeda motor, SPBU Jogokariyan memberlakukan pembatasan pada total penjualan Pertalite dalam sehari. SPBU tersebut saat ini mendapat jatah penjualan Pertalite sebanyak 10 ton per hari.
Pengawas SPBU Jogokariyan, Akson Muhtohar, mengatakan kuota yang dibatasi merupakan total penjualan harian, bukan jumlah Pertalite yang boleh dibeli masing-masing konsumen.
"Kalau sekarang kan ada pembatasan kuota, terutama yang subsidi. Kita harus pandai-pandai mengatur supaya penjualan tidak lebih dari 10 ton dalam sehari," kata Akson saat ditemui di SPBU Jogokariyan, Kamis (13/8/2026).
Penjualan Pertalite Jogokariyan Biasanya 8-9 Ton
Menurut Akson, kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya ketika penjualan Pertalite tidak dibatasi kuota harian. Kala itu, volume penjualan lebih bergantung pada stok yang tersedia serta kemampuan SPBU melakukan pembelian pasokan.
Meski mendapat kuota 10 ton per hari, SPBU Jogokariyan tidak selalu menghabiskan seluruh jatah tersebut. Dalam kondisi normal, penjualan Pertalite berada di kisaran 8-9 ton per hari atau paling tinggi sekitar 9,5 ton.
"Di sini enggak sampai 10 ton. Satu hari itu mungkin cuma 8, 9, 9,5 ton, jadi stoknya aman. Yang penting penjualannya jangan sampai lebih dari 10 ton," ujarnya.
Akson menjelaskan pembagian kuota tidak selalu sama di setiap SPBU. Besaran alokasi mempertimbangkan tingkat penjualan masing-masing SPBU sebelum kebijakan pembatasan diberlakukan.
Dengan demikian, SPBU yang sebelumnya memiliki tingkat penjualan lebih tinggi dapat memperoleh alokasi Pertalite yang lebih besar.
Antrean Pertalite Dipengaruhi Sistem Barcode
Akson mengatakan antrean panjang pembeli Pertalite di SPBU Jogokariyan tidak semata-mata disebabkan oleh meningkatnya harga Pertamax.
Menurut dia, kondisi antrean sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun, penerapan sistem barcode untuk pembelian Pertalite membuat proses pengisian menjadi lebih lama.
Untuk kendaraan roda dua, penerapan barcode mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2026. Sementara untuk kendaraan roda empat, menurut Akson, sistem tersebut sudah diterapkan lebih dari setahun.
"Yang ngaruh itu pakai barcode. Kalau jaringannya jelek, bisa lama di satu motor, bahkan satu menit lebih. Kalau dulu tidak pakai barcode, prosesnya langsung," katanya.
SPBU Jogokariyan sebenarnya telah menyiapkan dua petugas untuk melayani pembelian Pertalite. Namun, jumlah antrean masih cukup banyak sehingga penambahan petugas belum sepenuhnya menghilangkan antrean.
Akson mengatakan pengelola belum memiliki banyak pilihan untuk mengatasi antrean. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengatur kendaraan agar antrean dapat bergerak lebih tertib.
Berbeda dengan SPBU di Sleman
Kondisi di SPBU Jogokariyan berbeda dengan temuan di salah satu SPBU di Mlati, Sleman, sebelumnya.
Di SPBU tersebut, pembelian Pertalite untuk sepeda motor dibatasi maksimal lima liter dalam sekali pengisian. Kebijakan itu diterapkan sebagai langkah untuk mempercepat pergerakan antrean.
Pertamina sebelumnya menyebut pembatasan lima liter tersebut merupakan inisiatif pengelola SPBU karena antrean Pertalite meningkat.
Pertimbangan lainnya adalah kapasitas normal tangki sepeda motor yang umumnya hanya sekitar empat hingga lima liter. Meski demikian, kendaraan yang telah dimodifikasi dapat memiliki tangki berkapasitas hingga tujuh sampai 10 liter.
Di Jogokariyan, pembatasan lima liter tidak diberlakukan secara umum kepada seluruh pengguna sepeda motor.
Pembatasan Lima Liter untuk Antisipasi Pembelian Berulang
Akson menjelaskan pembatasan tersebut lebih ditujukan untuk mengantisipasi pembelian berulang menggunakan kendaraan yang diduga digunakan untuk membeli Pertalite kemudian menjualnya kembali.
"Pengguna itu enggak ada pembatasan. Yang lima liter itu biasanya untuk pembeli yang pakai motor Thunder, karena bisa membeli lebih dari sekali. Mungkin beli, kemudian beli lagi," ujarnya.
Dengan demikian, konsumen umum di SPBU Jogokariyan tidak dikenai batas maksimal lima liter untuk setiap pembelian. Pembatasan yang berlaku di SPBU tersebut adalah kuota total penjualan Pertalite sebanyak 10 ton dalam sehari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja belum mengunci starting eleven untuk Super League 2026/2027. Van Gastel membuka persaingan dan fleksibel soal taktik.
Raperda Parkir Kota Magelang memperluas aturan hingga parkir khusus, perlindungan konsumen, disabilitas, dan pembayaran menggunakan QRIS.
PAD Sleman dari Rusunawa terkendala tunggakan lebih dari Rp300 juta. Pemkab kini memakai sistem cashless dan aplikasi SIMRUWA.
Bank Jateng turut memeriahkan Dieng Culture Festival XVI 2026 sekaligus mendukung pelestarian budaya dan ekonomi kreatif Banjarnegara.
Pertalite di SPBU Jogokariyan tidak dibatasi 5 liter per pengguna. SPBU mendapat kuota penjualan Pertalite 10 ton per hari.
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.