HUT ke-270 Jogja Angkat Kuliner Autentik dan Ekonomi Kreatif

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 10 September 2026 06:27 WIB
HUT ke-270 Jogja Angkat Kuliner Autentik dan Ekonomi Kreatif

Ilustrasi kuliner lokal, Mbah Suwarni berjualan sate kere di Pasar Beringharjo Jogja. - Dok/Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Perayaan Hari Jadi ke-270 Kota Jogja tidak hanya disiapkan sebagai rangkaian seremoni. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja ingin momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan berbagai kekhasan Jogja, termasuk melalui sajian kuliner yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan peringatan hari jadi tahun ini mengusung filosofi Autentik Konkret. Konsep tersebut diarahkan agar kegiatan yang digelar mampu menunjukkan ciri khas Jogja sekaligus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Semaksimal mungkin, sebanyak mungkin memang bisa mengangkat hal-hal yang menjadi ciri khas Kota Jogja karena autentiknya dan kemudian juga bisa membuktikan bahwa ciri khas itu tidak hanya menjadi ciri, tapi juga bisa ditranslasikan menjadi bentuk-bentuk yang bisa bermanfaat, menyejahterakan masyarakat,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Semangat itu salah satunya diterapkan melalui kegiatan ekonomi kreatif dan kuliner. Makanan khas Jogja tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas kuliner daerah kepada masyarakat dan wisatawan.

Bukan Sekadar Acara Seremonial

Hasto menekankan pentingnya keberlanjutan dari setiap kegiatan yang masuk dalam rangkaian HUT Kota Jogja. Menurut dia, event yang digelar semestinya meninggalkan manfaat atau kegiatan yang dapat terus berjalan setelah momentum hari jadi berakhir.

“Kalau ada event, ada hari ulang tahun atau hari jadi, kalau bisa ada tinggalannya. Dalam arti setelah selesai kegiatan itu tidak hilang begitu saja,” katanya.

Karena itu, sejumlah kegiatan baru dalam rangkaian HUT ke-270 diharapkan tidak berhenti ketika perayaan selesai. Kegiatan kreatif dan kuliner yang memiliki nilai kebaruan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi agenda di luar momentum hari jadi.

Pendekatan tersebut membuat kekhasan Jogja tidak hanya ditampilkan sebagai identitas, tetapi juga diupayakan memiliki bentuk yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

HUT Jogja Digelar Sebulan

Rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Jogja akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 Oktober 2026. Pemkot Jogja menyiapkan tujuh event unggulan yang pelaksanaannya dikolaborasikan dengan berbagai pihak.

Hasto mengapresiasi keterlibatan sejumlah mitra dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pihak yang terlibat mulai dari Kadin, KAI, media, perbankan, hingga pelaku retail.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat momentum hari jadi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya melalui program diskon dari sejumlah mitra selama HUT Kota Jogja.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan selama berada di Jogja.

Bagi Pemkot Jogja, rangkaian HUT ke-270 pada akhirnya ingin menempatkan identitas lokal sebagai bagian penting dalam kegiatan yang konkret dan memiliki manfaat.

“Intinya, autentik dalam jati diri, konkret dalam karya, dan nyata dalam manfaat,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online