DPRD Jogja Dorong Cagar Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kemantren
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
Foto ilustrasi ASN, dibuat menggunakan Artificial Inteligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Pemkot Jogja memperkenalkan inovasi Jogja Learning Wallet (JLW) untuk mengintegrasikan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Sistem ini dihadirkan untuk mengatasi pengelolaan pengembangan kompetensi ASN yang selama ini masih tersebar dan belum terintegrasi secara optimal.
Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi SDM BKPSDM Kota Jogja, Wuri Widayati, menuturkan JLW menjadi langkah untuk membangun sistem pembelajaran ASN yang lebih transparan dan berbasis data.
Menurutnya, pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas ASN sekaligus mendukung reformasi birokrasi. Hal tersebut sejalan dengan UU No.20/2023 tentang ASN dan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Pemkot Jogja 2023-2026.
"Jogja Learning Wallet dirancang untuk menjembatani kebutuhan organisasi dengan peningkatan kapasitas individu, memberikan pemerataan akses belajar, serta memastikan pencatatan jam pelajaran ASN tercatat secara akurat dan terukur," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
JLW Integrasikan Kebutuhan Kompetensi dan Rekam Pembelajaran
Wuri menjelaskan JLW mengintegrasikan analisis kebutuhan kompetensi atau Human Capital Development Plan (HCDP) dengan rekam jejak pembelajaran secara digital.
Melalui sistem tersebut, ASN Pemkot Jogja dapat memilih berbagai program pengembangan kompetensi. Pilihan tersebut mencakup jalur pendidikan dan pelatihan (diklat) maupun non-diklat.
Dengan integrasi tersebut, pengembangan kompetensi ASN tidak hanya didasarkan pada kebutuhan individu, tetapi juga dapat diselaraskan dengan kebutuhan organisasi.
ASN Bisa Pantau Capaian Pembelajaran
Aplikasi JLW juga dilengkapi fitur pemantauan mandiri. Fitur ini memungkinkan ASN Pemkot Jogja memantau capaian pembelajaran masing-masing secara fleksibel.
Selain memberikan kemudahan bagi ASN untuk memantau perkembangan kompetensinya, fitur tersebut juga ditujukan untuk memastikan proses pengembangan kompetensi dapat dipertanggungjawabkan.
Program JLW didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Diharapkan Tingkatkan Indeks Kualitas ASN
Pemkot Jogja berharap inovasi Jogja Learning Wallet dapat mendorong peningkatan Indeks Kualitas ASN Pemkot Jogja.
Pengembangan sistem pembelajaran yang terintegrasi juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas aparatur, tetapi turut memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Peningkatan kompetensi ASN melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi diharapkan turut berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemkot Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja mendorong ruang publik berbasis cagar budaya dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kemantren, termasuk melalui program Latar Rejo.
Rekrutmen KAI 2026 dibuka 4 September untuk lulusan SLTA, D3, D4/S1. Cek formasi, persyaratan, dan pendaftaran di karier.kai.id.
YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global.
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Sebanyak 60 siswa dua MI di Ceper, Klaten, mengalami mual, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG.
Cara mencari KPK dapat dilakukan dengan daftar kelipatan, faktorisasi prima, dan tabel sengkedan. Simak langkah dan contoh lengkapnya.