Modus Duplikat Kunci, Mahasiswi di Jogja Diduga Bawa Kabur Motor Vario
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA— Kader Posyandu selama ini menjadi salah satu penghubung pemerintah dengan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di tingkat wilayah. Namun, kerja mereka yang dilakukan secara sukarela mendapat sorotan DPRD Kota Jogja karena belum disertai insentif.
DPRD Kota Jogja meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak hanya mengandalkan kesediaan para kader untuk membantu pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, RM. Sinarbiyat Nujanat, mengatakan kader Posyandu memiliki peran penting karena membantu pemerintah memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat di setiap wilayah.
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak sebatas meluangkan waktu. Dalam kondisi tertentu, kader juga harus mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan mengeluarkan biaya pribadi ketika menjalankan aktivitas sosial.
“Kami sudah menyuarakan berkali-kali ini, keluhan masalah ini di rapat-rapat. Saya sekali lagi mengingatkan dan meminta dengan sangat,” katanya, Jumat (4/9/2026).
Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan
Sinarbiyat menilai posisi kader Posyandu tidak bisa hanya dilihat dari status mereka sebagai relawan. Di lapangan, keberadaan mereka justru membantu pemerintah menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
Karena itu, menurut dia, kontribusi tersebut semestinya menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan bentuk apresiasi yang dapat diberikan kepada kader.
“Mereka inilah garda terdepan membantu pemerintah langsung ke masyarakat. Sepantasnya pemerintah daerah Kota Jogja memperhatikan masyarakat yang sudah peduli, dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin juga mengeluarkan uang,” ujarnya.
Dia meminta status sukarela tidak dijadikan alasan untuk mengesampingkan perhatian terhadap kader. Bagi Sinarbiyat, pemerintah daerah justru telah memperoleh manfaat dari kerja para relawan tersebut.
“Jangan kemudian hanya tinjauan dari aspek relawan. Kalau relawan itu sukarela, jangan berharap gaji, jangan berharap apa-apa. Kita pakai hati. Kita sudah merasa terbantu pemerintah daerah dengan saudara-saudara kita relawan ini,” katanya.
Dorongan tersebut, lanjut Sinarbiyat, dapat diwujudkan melalui pemberian apresiasi maupun insentif kepada kader yang aktif membantu pemerintah.
DPRD Dorong Dukungan Anggaran
Sinarbiyat juga menilai kemampuan fiskal Pemkot Jogja perlu menjadi pertimbangan dalam merespons persoalan tersebut. Dia meminta pemerintah daerah melihat kemungkinan pengalokasian anggaran untuk memberikan perhatian kepada kader.
“Saya minta dengan sangat ada simpati dan empati dari pemerintah daerah Kota Jogja untuk memikirkan itu. Kalau pemerintah Kota Jogja punya kemampuan dalam aspek anggaran, jika tidak punya kemampuan itu lain soal. Pemerintah Kota Jogja ini punya kemampuan,” ujarnya.
Dia mengatakan skema penganggaran dapat dibahas melalui perangkat daerah yang berkaitan dengan aktivitas kader. Salah satunya melalui Dinas Kesehatan Kota Jogja, selain dukungan dari pemerintah di tingkat kelurahan dan kemantren.
Menurut Sinarbiyat, persoalan insentif tersebut bukan kali pertama disampaikan DPRD Kota Jogja kepada Pemkot Jogja. Dia bersama anggota DPRD lainnya disebut telah beberapa kali menyampaikan hal itu dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
DPRD Kota Jogja berharap pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kebijakan anggaran yang memberikan perhatian kepada kader yang selama ini membantu pelayanan pemerintah di tengah masyarakat.
Bagi Sinarbiyat, insentif bukan semata-mata persoalan pemberian imbalan kepada relawan. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi masyarakat yang ikut membantu menjalankan pelayanan publik.
Dengan demikian, keberadaan kader Posyandu di tingkat wilayah diharapkan tetap dapat diperkuat. Peran mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah daerah menjalankan pelayanan kepada warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswi berinisial AN diduga mencuri Honda Vario 125 di area parkir UIN Sunan Kalijaga dengan modus menduplikat kunci melalui pesanan ojol.
Petugas Bandara YIA menggagalkan pengiriman 79.644 benih bening lobster ilegal ke Batam. Barang ditemukan dalam dua koper milik penumpang.
Dikpora Bantul menjelaskan pengadaan 1.150 kaus Porda senilai Rp189,75 juta melalui e-purchasing dan proses negosiasi harga.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra berduka atas kecelakaan yang menewaskan empat suporter saat perjalanan menuju Surabaya.
The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan Steak & Dimsum Dinner setiap Jumat dan Sabtu dengan promo Buy 1 Get 1 Free seharga Rp299.000 nett.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, anggaran pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pertahanan mencatat sejumlah rekor.