DPRD Kota Jogja Minta Seluruh Trotoar Ramah Difabel
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperluas trotoar ramah difabel agar aksesibilitas penyandang disabilitas tersedia di seluruh kawasan pedestrian.
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA— Kader Posyandu selama ini menjadi salah satu penghubung pemerintah dengan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di tingkat wilayah. Namun, kerja mereka yang dilakukan secara sukarela mendapat sorotan DPRD Kota Jogja karena belum disertai insentif.
DPRD Kota Jogja meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak hanya mengandalkan kesediaan para kader untuk membantu pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, RM. Sinarbiyat Nujanat, mengatakan kader Posyandu memiliki peran penting karena membantu pemerintah memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat di setiap wilayah.
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak sebatas meluangkan waktu. Dalam kondisi tertentu, kader juga harus mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan mengeluarkan biaya pribadi ketika menjalankan aktivitas sosial.
“Kami sudah menyuarakan berkali-kali ini, keluhan masalah ini di rapat-rapat. Saya sekali lagi mengingatkan dan meminta dengan sangat,” katanya, Jumat (4/9/2026).
Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan
Sinarbiyat menilai posisi kader Posyandu tidak bisa hanya dilihat dari status mereka sebagai relawan. Di lapangan, keberadaan mereka justru membantu pemerintah menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
Karena itu, menurut dia, kontribusi tersebut semestinya menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan bentuk apresiasi yang dapat diberikan kepada kader.
“Mereka inilah garda terdepan membantu pemerintah langsung ke masyarakat. Sepantasnya pemerintah daerah Kota Jogja memperhatikan masyarakat yang sudah peduli, dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin juga mengeluarkan uang,” ujarnya.
Dia meminta status sukarela tidak dijadikan alasan untuk mengesampingkan perhatian terhadap kader. Bagi Sinarbiyat, pemerintah daerah justru telah memperoleh manfaat dari kerja para relawan tersebut.
“Jangan kemudian hanya tinjauan dari aspek relawan. Kalau relawan itu sukarela, jangan berharap gaji, jangan berharap apa-apa. Kita pakai hati. Kita sudah merasa terbantu pemerintah daerah dengan saudara-saudara kita relawan ini,” katanya.
Dorongan tersebut, lanjut Sinarbiyat, dapat diwujudkan melalui pemberian apresiasi maupun insentif kepada kader yang aktif membantu pemerintah.
DPRD Dorong Dukungan Anggaran
Sinarbiyat juga menilai kemampuan fiskal Pemkot Jogja perlu menjadi pertimbangan dalam merespons persoalan tersebut. Dia meminta pemerintah daerah melihat kemungkinan pengalokasian anggaran untuk memberikan perhatian kepada kader.
“Saya minta dengan sangat ada simpati dan empati dari pemerintah daerah Kota Jogja untuk memikirkan itu. Kalau pemerintah Kota Jogja punya kemampuan dalam aspek anggaran, jika tidak punya kemampuan itu lain soal. Pemerintah Kota Jogja ini punya kemampuan,” ujarnya.
Dia mengatakan skema penganggaran dapat dibahas melalui perangkat daerah yang berkaitan dengan aktivitas kader. Salah satunya melalui Dinas Kesehatan Kota Jogja, selain dukungan dari pemerintah di tingkat kelurahan dan kemantren.
Menurut Sinarbiyat, persoalan insentif tersebut bukan kali pertama disampaikan DPRD Kota Jogja kepada Pemkot Jogja. Dia bersama anggota DPRD lainnya disebut telah beberapa kali menyampaikan hal itu dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
DPRD Kota Jogja berharap pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kebijakan anggaran yang memberikan perhatian kepada kader yang selama ini membantu pelayanan pemerintah di tengah masyarakat.
Bagi Sinarbiyat, insentif bukan semata-mata persoalan pemberian imbalan kepada relawan. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi masyarakat yang ikut membantu menjalankan pelayanan publik.
Dengan demikian, keberadaan kader Posyandu di tingkat wilayah diharapkan tetap dapat diperkuat. Peran mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah daerah menjalankan pelayanan kepada warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperluas trotoar ramah difabel agar aksesibilitas penyandang disabilitas tersedia di seluruh kawasan pedestrian.
Sebanyak 15 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa baru
Cara cek rekening penipu online sebelum transfer melalui layanan CekRekening dan Kredibel. Simak langkah serta tindakan jika sudah menjadi korban.
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Jepang
Studi AVILOO terhadap lebih dari 500.000 tes mengungkap kondisi baterai 20 model mobil listrik setelah menempuh hingga 150.000 kilometer.
Daftar 10 pemain dengan market value tertinggi Super League 2026/2027. Stjepan Loncar milik Persija menjadi yang termahal dengan nilai Rp20,86 miliar.