Trotoar Jogja Diperbaiki, Guiding Block Dipastikan Ramah Difabel
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
DPRD Kota Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja memperkuat penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan trotoar dan kawasan pedestrian yang dapat diakses secara aman serta nyaman oleh masyarakat difabel di seluruh wilayah Kota Jogja.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM. Sinarbiyat Nujanat, mengatakan kelompok penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas publik yang layak. Karena itu, pembangunan infrastruktur perkotaan perlu memperhatikan aspek aksesibilitas agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan penyandang disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang inklusif.
“Saya kira ini juga bagian dari bentuk kepedulian pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Jogja, bagaimana pemerintah punya kepedulian terhadap masyarakat disabilitas,” katanya, Rabu (2/9/2026).
Trotoar Kota Jogja Perlu Dipetakan
Sinarbiyat menilai langkah awal yang perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi terhadap kondisi trotoar di berbagai ruas jalan di Kota Jogja. Pendataan tersebut penting untuk mengetahui titik-titik yang masih belum memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Dengan pemetaan yang jelas, pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan dan perbaikan infrastruktur pedestrian yang dinilai masih menyulitkan kelompok difabel.
“Saya kira Pemkot Jogja, dinas terkait juga perlu mengidentifikasi trotoar-trotoar di sepanjang jalan wilayah Kota Jogja yang memang belum ramah disabilitas,” ujarnya.
Menurut dia, upaya tersebut menjadi dasar untuk memperluas aksesibilitas di ruang publik sehingga tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.
Kawasan Pedestrian Harus Inklusif
DPRD Kota Jogja berpandangan penyediaan fasilitas ramah difabel tidak cukup dilakukan pada beberapa lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Aksesibilitas perlu diterapkan secara menyeluruh, terutama pada kawasan pedestrian yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.
Ia menilai keberadaan jalur pedestrian yang mudah diakses akan membantu meningkatkan mobilitas penyandang disabilitas sekaligus memberikan rasa aman saat beraktivitas di ruang publik.
Karena itu, setiap pembangunan maupun pengembangan kawasan pedestrian di Kota Jogja perlu memperhatikan kebutuhan pengguna dengan berbagai kondisi fisik.
Pemeliharaan Trotoar Diminta Perhatikan Akses Difabel
Selain pembangunan baru, Sinarbiyat juga menyoroti pentingnya memasukkan prinsip aksesibilitas dalam setiap program pemeliharaan maupun rehabilitasi trotoar.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur seharusnya tidak hanya berfokus pada kondisi fisik jalan kaki, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal oleh penyandang disabilitas.
“Di setiap trotoar yang kemudian dilakukan pemeliharaan atau bahkan rehabilitasi, sudah selayaknya ada fasilitasi kaum disabilitas,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, peningkatan kualitas trotoar dapat berjalan seiring dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Dorong Kota Jogja Lebih Ramah Disabilitas
Sinarbiyat menilai keberadaan trotoar yang ramah difabel tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat penyandang disabilitas, tetapi juga memperkuat komitmen Kota Jogja sebagai kota yang memberikan kesempatan dan akses yang setara bagi seluruh warga.
Menurut dia, infrastruktur yang inklusif menjadi bagian penting dalam pembangunan perkotaan karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh akses terhadap fasilitas publik.
Oleh sebab itu, ia berharap setiap rencana perbaikan maupun pembangunan trotoar pada masa mendatang dapat sekaligus diarahkan untuk memperluas jalur pedestrian ramah difabel di berbagai ruas jalan di Kota Jogja.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini membutuhkan dukungan aksesibilitas dalam aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
Menaker Yassierli menyoroti pengangguran muda 17,4 persen di tengah 48 persen perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja kompeten.
Indonesia masuk negara dengan serangan siber ponsel tertinggi di Asia-Pasifik. Kaspersky mengungkap ancaman berbasis AI meningkat dan makin sulit dideteksi.
BYD dikabarkan menyiapkan mobil listrik baru di bawah Atto 1 dengan harga sekitar Rp200 jutaan. Model ini berpotensi menjadi salah satu EV termurah di pasar glo
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.