DPRD Kota Jogja Dorong Potensi Kampung Jadi Penggerak Ekonomi

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 21 Agustus 2026 18:07 WIB
DPRD Kota Jogja Dorong Potensi Kampung Jadi Penggerak Ekonomi

Ilustrasi UMKM. Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan

Harianjogja.com, JOGJA—Potensi ekonomi yang tumbuh di tingkat kampung dan kelurahan dinilai dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian warga Kota Jogja. DPRD Kota Jogja mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan masyarakat sesuai karakter dan keunggulan masing-masing wilayah, tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Jogja Candra Akbar Ishmata mengatakan setiap kelurahan memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan melalui UMKM, kampung wisata, seni dan budaya, hingga industri kreatif berbasis komunitas.

Menurut Candra, kreativitas warga di tingkat kampung sudah terlihat dari beragam produk unggulan dan daya tarik wisata yang dikembangkan secara mandiri. Potensi tersebut perlu mendapat dukungan pemerintah melalui fasilitasi, pendampingan, serta penyediaan infrastruktur yang menunjang kegiatan masyarakat.

“Kami melihat langsung di akar rumput wilayah, warga Jogja itu sangat nyeni, kreatif dan inovatif. Potensi ini harus bisa ditangkap oleh Pemerintah agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian di tingkat kewilayahan,” ujarnya, Jumat (21/7/2026).

Pendampingan UMKM Tak Cukup Sekadar Modal

Candra menilai pengembangan potensi kampung membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Bantuan modal serta pembangunan sarana dan prasarana perlu dilengkapi dengan pendampingan agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Pendampingan tersebut dapat mencakup peningkatan kemampuan manajerial, pengembangan kualitas produk, hingga pemasaran digital. Dengan demikian, potensi yang sudah dimiliki warga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif.

Ia juga menyoroti pengelolaan anggaran kelurahan agar lebih banyak diarahkan pada program yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat. Menurutnya, anggaran wilayah jangan sampai habis untuk kegiatan yang bersifat seremonial.

“Anggaran kelurahan harus dikelola secara inovatif. Jangan sekadar untuk kegiatan seremonial atau rutinitas biasa, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Kampung Wisata Bisa Buka Lapangan Kerja

Penguatan kampung wisata menjadi salah satu peluang yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat kewilayahan.

Ketika potensi wisata, produk lokal, seni, dan ekonomi kreatif berkembang bersama, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kampung juga berpeluang ikut bergerak. Karena itu, Candra menilai pengembangan berbasis potensi wilayah perlu dilakukan secara konsisten.

DPRD Kota Jogja juga berupaya membantu mengenalkan potensi kampung kepada pihak luar. Salah satu caranya dengan mengarahkan kunjungan kedinasan dari luar daerah ke kampung-kampung yang mempunyai potensi wisata maupun produk unggulan.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sarana promosi. Lebih jauh, langkah itu diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha dan komunitas di tingkat kampung.

Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci

Candra optimistis pengembangan ekonomi berbasis wilayah dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kota Jogja. Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Menurutnya, potensi ekonomi yang berada di tingkat kampung dapat menjadi kekuatan apabila kebijakan pemerintah mampu menghubungkan kreativitas warga dengan dukungan program yang tepat.

“Lewat kebijakan dari DPRD, eksekusi program yang tepat dari Pemkot, dan partisipasi aktif masyarakat, ekonomi Kota Jogja bisa tangguh yang berasal dari potensi kampung,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online