Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 28 September 2026 17:37 WIB
Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026

Foto ilustrasi HIV/Aids. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Penemuan kasus baru HIV pada warga yang berdasarkan anamnesis medis berdomisili di Kota Jogja menunjukkan tren penurunan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026.

Jumlah tersebut berada di bawah penemuan kasus pada dua tahun sebelumnya. Pada 2024, tercatat 118 kasus baru HIV, sedangkan pada 2025 terdapat 98 kasus. Adapun rata-rata penemuan kasus HIV baru di Kota Jogja selama ini berada pada kisaran 80-100 kasus per tahun.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama Dinkes Kota Jogja, Anandi Iedha Retnani, mengatakan secara kumulatif terdapat 1.840 kasus HIV pada warga yang berdasarkan anamnesis medis mengaku berdomisili di Kota Jogja sejak 2004 hingga triwulan II 2026.

“Data kami kumulatif dari tahun 2004 sampai dengan triwulan II tahun 2026. Pada saat dites HIV kemudian ditemukan positif dan dari hasil anamnesis, mengaku berdomisili di Kota Jogja, kumulatifnya sejumlah 1.840,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Data HIV Dipengaruhi Mobilitas Penduduk

Anandi menjelaskan data tersebut menggunakan domisili yang disampaikan seseorang ketika menjalani proses anamnesis. Hal itu menjadi hal penting dalam membaca data HIV di Kota Jogja karena karakter kota sebagai kota pelajar membuat mobilitas penduduk cukup tinggi.

Dengan kondisi tersebut, domisili seseorang dapat berubah sehingga data berdasarkan hasil anamnesis tidak selalu sama dengan status kependudukan administratif.

Di sisi lain, Dinkes Kota Jogja mencatat sekitar 2.300 orang dengan HIV menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan yang berada di Kota Jogja. Namun, jumlah tersebut tidak seluruhnya merupakan warga Kota Jogja.

Sebagian pasien merupakan warga dari luar Kota Jogja, bahkan ada yang berasal dari luar negeri. Dari sekitar 2.300 orang yang menjalani pengobatan tersebut, hanya sekitar 20%-30% yang berdomisili atau memiliki KTP Kota Jogja.

Tes HIV Tersedia di Berbagai Fasilitas

Untuk memperluas deteksi HIV, layanan tes kini tersedia di 18 puskesmas, 14 rumah sakit umum, dan tiga klinik di Kota Jogja. Pemerintah Kota Jogja juga menyediakan layanan di luar jam kerja.

Selain fasilitas kesehatan, upaya penjangkauan dilakukan dengan melibatkan LSM untuk mendekati populasi yang berisiko. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara agar layanan pemeriksaan HIV lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Banyak cara bagaimana kita mendekatkan layanan HIV kepada masyarakat. Ada lagi yang namanya VCT Mobile. Itu tes HIV dan juga sifilis atau IMS yang dilakukan bisa di kantor LSM, bisa juga di hotspot, misalnya di karaoke atau kafe-kafe,” katanya.

Pengobatan ARV Dilakukan Setiap Hari

Anandi mengatakan orang yang telah terdiagnosis HIV mendapatkan terapi antiretroviral atau ARV. Obat tersebut harus dikonsumsi setiap hari.

Selain pengobatan, Dinkes Kota Jogja terus memberikan edukasi mengenai HIV, kesehatan reproduksi, dan infeksi menular seksual. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.

Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mencapai target Three Zero HIV/AIDS pada 2030. Target tersebut mencakup tiga sasaran, yakni tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak ada diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online