Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Kondisi Taman Khusus Parkir (TKP) Senopati nampak sepi pada Kamis (9/4/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA— Pengalihan fungsi Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati membuat bus wisata pengunjung Taman Pintar tak lagi dapat parkir di lokasi tersebut. Sebagai gantinya, Pemkot Jogja menyiapkan drop zone khusus bus di kompleks TKP Sriwedani untuk memudahkan akses rombongan, terutama pelajar.
Uji coba drop zone tersebut mulai diterapkan pada September 2026. Pada Senin (28/9/2026), sejumlah bus rombongan pengunjung Taman Pintar mulai diarahkan menuju titik penurunan penumpang di sisi timur Taman Pintar, Jalan Sriwedani.
Bus menuju lokasi melalui Jalan Mayor Suryotomo, kemudian berbelok ke Jalan Tilarso dan masuk ke Jalan Sriwedani. Petugas Taman Pintar turut mengatur kedatangan bus sekaligus membantu penumpang menuju kawasan Taman Pintar.
Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya, Karmila, mengatakan drop zone tersebut disiapkan sebagai solusi setelah TKP Senopati tidak lagi digunakan untuk parkir bus. Sebelumnya, lokasi tersebut menjadi salah satu tempat parkir bus rombongan yang berkunjung ke Taman Pintar.
“Dengan alih fungsi TKP Senopati dibutuhkan area khusus untuk drop zone pengunjung yang menggunakan bus. Jadi bus wisata bisa menurunkan penumpang terlebih dahulu kemudian melanjutkan ke lokasi tempat parkir seperti di TKP eks Menara Kopi dan Ngaben,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Karmila, fasilitas tersebut terutama ditujukan untuk memudahkan rombongan anak-anak sekolah yang menjadi salah satu kelompok pengunjung Taman Pintar.
“Tujuan drop zone bus ini untuk memudahkan akses pengunjung terutama rombongan anak-anak sekolah ke Taman Pintar,” ujarnya.
Bus Tak Boleh Menunggu di Drop Zone
Setelah menurunkan penumpang, bus tidak diperbolehkan menunggu di area drop zone. Bus akan diarahkan menuju lokasi parkir yang telah disediakan, seperti TKP eks Menara Kopi dan Ngaben.
Untuk memudahkan pengunjung, Taman Pintar juga menyediakan layanan antar dari lokasi parkir bus menuju kawasan wisata secara gratis.
Karmila mengatakan penerapan drop zone masih dalam tahap uji coba sehingga sejumlah persoalan teknis masih ditemukan. Salah satunya berkaitan dengan pengemudi bus yang belum mengetahui lokasi tersebut karena sosialisasi kepada biro perjalanan dan sekolah masih berlangsung.
Kendala lain muncul ketika bus berukuran besar harus berbelok dari Jalan Tilarso menuju Jalan Sriwedani.
“Di lapangan dilakukan pengaturan maksimal tiga bus besar yang masuk area drop zone saat menurunkan pengunjung dalam waktu bersamaan agar area TKP Sriwedani terkondisi dan tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.
Evaluasi Dilakukan Setelah Uji Coba
Karmila mengatakan evaluasi akan dilakukan setelah pelaksanaan uji coba drop zone. Sosialisasi juga terus dilakukan kepada biro tur dan sekolah yang telah melakukan reservasi kunjungan ke Taman Pintar.
Dia berharap keberadaan drop zone tersebut tetap menjaga kemudahan akses bagi rombongan wisatawan sekaligus mendukung kunjungan ke Taman Pintar setelah adanya perubahan pengaturan parkir bus di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.