Parkir Lapangan Pemda Sleman Ditata, Tarif Mulai Rp2.000

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 28 September 2026 14:17 WIB
Parkir Lapangan Pemda Sleman Ditata, Tarif Mulai Rp2.000

ILustrasi pungutan parkir/Magnific

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman mulai menata kawasan parkir di Lapangan Pemda Sleman, Beran, Tridadi, seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Penataan tersebut mencakup penyediaan kantong parkir, juru parkir, hingga penerapan pembayaran digital.

Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pengaturan parkir diperlukan agar kendaraan pengunjung dapat tertata dan tidak mengganggu lalu lintas maupun akses layanan darurat di sekitar Lapangan Pemda Sleman.

Menurut dia, jumlah pengunjung lapangan Pemda semakin lama semakin banyak. Karena itu, pengaturan parkir diperlukan agar kawasan tersebut tetap tertib dan aman, termasuk menjaga akses Sleman Emergency Service (SES).

“Akses damkar juga dapat dikondisikan, dan pengunjung nyaman/aman meninggalkan kendaraan," ujar Heri Kuntadi dihubungi, Senin (28/9/2026).

Parkir Disiapkan di Seputaran Lapangan

Untuk mendukung penataan tersebut, Dishub Sleman menyiapkan sejumlah kantong parkir di jalan seputaran Lapangan Pemda serta lingkungan kantor yang berada di sekitar lapangan.

Penyelenggaraan parkir melibatkan masyarakat setempat dan personil perangkat daerah yang berada di sekitar Lapangan Pemda Sleman. Juru parkir juga disiapkan untuk memberikan layanan kepada pengunjung.

Selain menata lokasi, Dishub Sleman menerapkan ketentuan retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Untuk kendaraan yang datang pada saat non-event, tarif parkir sepeda motor sebesar Rp2.000, sedangkan mobil dikenai tarif Rp5.000.

Pembayaran Parkir Gunakan QRIS

Heri mengatakan sistem pembayaran digital digunakan untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan dari layanan parkir. Pembayaran dilakukan menggunakan QRIS sehingga pendapatan parkir dapat langsung masuk ke kas daerah.

Para juru parkir juga telah dibekali rompi resmi dari Dishub serta alat digital berupa MPOS. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan sistem parkir yang telah disiapkan.

Meski demikian, Heri mengakui pelaksanaan penataan parkir masih memiliki banyak kekurangan. Setelah menerima masukan dari masyarakat, Dishub Sleman memutuskan menunda sementara penataan tersebut untuk melakukan evaluasi.

“Akhirnya setelah kami sekali uji coba, kami hentikan sementara untuk kami evaluasi,” katanya.

Penundaan sementara itu dilakukan setelah Dishub melakukan satu kali uji coba. Evaluasi menjadi bagian dari tindak lanjut terhadap berbagai masukan masyarakat mengenai pelaksanaan penataan parkir di kawasan Lapangan Pemda Sleman.

Terkendala Keterbatasan Lokasi

Mengenai kemungkinan pembangunan tempat parkir khusus, Heri mengatakan terdapat kendala berupa keterbatasan lokasi yang representatif di sekitar Lapangan Pemda Sleman.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat Dishub memilih memanfaatkan lokasi yang tersedia di sekitar lapangan pada waktu tertentu.

“Ada keterbatasan lokasi kalau mau mendirikan di sekitar Lapangan Pemda. Karena terbatas, solusi kami adalah untuk hari libur dan di luar jam kerja kami memanfaatkan halaman beberapa kantor di sekitar lapangan,” ucapnya.

Dengan skema tersebut, halaman sejumlah kantor di sekitar Lapangan Pemda Sleman dimanfaatkan sebagai lokasi parkir pada hari libur dan di luar jam kerja. Penataan parkir tetap diarahkan agar aktivitas pengunjung tidak mengganggu lalu lintas serta akses layanan darurat di kawasan Beran, Tridadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online