Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
30 wirausaha muda DIY memasuki tahap akhir inkubasi. Sebanyak 10 bisnis terbaik akan dipilih untuk mendapat akses pendanaan pemerintah. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 30 peserta Program Inkubasi Wirausaha Kawula Muda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasuki tahap akhir pengembangan bisnis. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih 10 bisnis terbaik yang berhak mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah.
Memasuki Tahap 3, peserta mengikuti pelatihan intensif yang mencakup penguatan pola pikir bisnis, manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga simulasi pemaparan bisnis atau pitching di hadapan mentor.
Kegiatan inkubasi tersebut digelar pada Senin (28/9/2026) dengan tujuan mendorong pengusaha muda membangun sistem bisnis yang berkelanjutan sekaligus mempersiapkan diri untuk melakukan ekspansi atau scale up.
Pelatihan dibagi dalam tiga tahapan utama. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan penguatan mindset kewirausahaan serta pemahaman mengenai pentingnya investasi pada merek atau branding dan pembuatan konten di media sosial.
Sesi kedua berfokus pada penyusunan laporan keuangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu operasional.
Pada tahap selanjutnya, peserta tidak hanya menyusun strategi pertumbuhan bisnis, tetapi juga diuji kesiapan usahanya melalui simulasi pitching di hadapan mentor.
Simulasi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan menyusun narasi bisnis secara tajam, menyajikan data keuangan yang kredibel, memahami proses negosiasi, hingga mengelola dana yang masuk.
10 Bisnis Terbaik Dapat Akses Pendanaan
Pendamping program sekaligus bagian dari BHMTC Indonesia, Bio Hadikesuma, mengatakan penilaian peserta dilakukan secara objektif berdasarkan laporan yang tersedia. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan peserta yang berhak masuk ke Level 3.
"Pada Level 3 dilaksanakan business matching yang akan mempertemukan peserta dengan pihak yang pantas memberikan modal pembinaan," katanya.
Menurut Bio, Program Kawula Muda tidak dirancang sebagai rangkaian pelatihan yang berdiri sendiri. Program tersebut merupakan bagian dari ekosistem pengembangan wirausaha yang mencakup proses penumbuhan, penguatan, hingga pelembagaan bisnis.
BHMTC Indonesia bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY sebagai penyelenggara sistem inkubasi mengarahkan program pada dampak jangka panjang.
Pendekatan berbasis data dan kolaboratif disiapkan agar para founder muda benar-benar memiliki kesiapan untuk masuk ke ekosistem pendanaan sekaligus mampu bersaing secara berkelanjutan.
Dari 30 peserta yang bertahan hingga tahap akhir, sebanyak 10 bisnis terbaik akan dipilih untuk mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah.
"Investor tentu akan melihat apakah dana yang diberikan bisa direalisasikan dengan baik atau tidak. Semua ilmunya kami berikan, mulai dari kesiapan media sosial hingga strategi presentasi. Nantinya, 10 peserta terbaik dari hasil pitching yang akan mendapatkan akses pendanaan," tambahnya.
Peserta Rasakan Dampak Pelatihan
Peserta Inkubasi Wirausaha Kawula Muda, Dimas, menyambut positif materi intensif yang diberikan selama program. Menurutnya, penugasan yang padat dan terstruktur justru membentuk kebiasaan baru yang bermanfaat bagi keberlanjutan bisnisnya.
"Tugasnya memang cukup banyak dan padat, mulai dari laporan keuangan harian hingga konsistensi mengunggah konten promosi. Namun, ini justru melatih kami agar terbiasa menjalankan operasional bisnis secara profesional. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan penjualan produk kami," ungkapnya.
Peserta lainnya, Fathin, menjelaskan nama Speak Garden yang digunakan dalam bisnisnya memiliki harapan sekaligus filosofi tersendiri.
Menurutnya, kata garden menggambarkan sebuah taman yang menjadi tempat berbagai tumbuhan tumbuh. Filosofi tersebut kemudian diharapkan dapat menggambarkan Speak Garden sebagai tempat bagi para peserta untuk berkembang bersama.
"Kenapa namanya Speak Garden? Karena kan kalau garden itu sebuah taman di mana di situ banyak tumbuhan yang tumbuh. Jadi, filosofi ini diharapkan bisa menjadikan Speak Garden ini sebuah tempat untuk teman-teman bertumbuh bersama," ujar Fathin.
Fathin mengungkapkan ide mendirikan usaha tersebut pertama kali muncul pada September 2025. Ia ingin keterampilan yang dimilikinya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri.
Usaha tersebut diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memberikan manfaat kepada lebih banyak orang.
Perjalanan Fathin dalam merintis bisnis kemudian semakin terarah setelah mengikuti Program Inkubasi Kawula Muda tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut Fathin, program inkubasi tersebut memberikan banyak tantangan sekaligus mendorong dirinya mengelola bisnis secara lebih profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.