Kisah Nurul, Penumpang Disabilitas yang Rutin Naik Kereta
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
Gelaran WJNC 2024. - Foto dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperpanjang rute pelaksanaan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 dari kawasan Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Perubahan rute ini dilakukan untuk mengurai kepadatan pengunjung yang sebelumnya terkonsentrasi di kawasan Tugu.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan pelaksanaan WJNC sebelumnya yang berpusat di kawasan Tugu mampu menarik sekitar 40.000 pengunjung. Namun, konsentrasi massa di satu titik membuat kawasan Tugu menjadi padat dan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“WJNC dulu kan di Tugu. Di Tugu dengan pengunjung 40.000 itu crowded. Kemudian lalu lintas juga susah. Besok itu kita urai,” katanya Senin (28/9/2026).
Rute WJNC 2026 Diperpanjang
Hasto menjelaskan WJNC 2026 akan memiliki area pelaksanaan yang lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Rute gelaran tahunan tersebut diperpanjang dari kawasan Tugu, Stasiun Yogyakarta, hingga Titik Nol Kilometer.
Perpanjangan rute tersebut diharapkan membuat sebaran pengunjung lebih merata sehingga tidak seluruhnya menumpuk di kawasan Tugu.
“Kita perpanjang dari Tugu, dari Stasiun [Yogyakarta] sampai ke Titik Nol. Saya berharap ini lebih terurai dan lebih bisa dinikmati banyak masyarakat,” ujarnya.
Dengan area yang lebih panjang, Hasto berharap masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk menikmati pelaksanaan WJNC 2026. Pengaturan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengendalikan kepadatan selama acara berlangsung.
Hasto Bidik 60.000 Pengunjung
Perubahan rute WJNC 2026 juga dibarengi dengan target jumlah pengunjung yang lebih tinggi. Hasto menargetkan gelaran tersebut dapat menarik sekitar 60.000 pengunjung.
Target itu meningkat dibandingkan jumlah pengunjung yang biasanya mencapai sekitar 40.000 orang ketika konsentrasi acara berada di kawasan Tugu.
Meski membidik jumlah pengunjung lebih banyak, Hasto menekankan aspek keamanan dan pengendalian kepadatan tetap menjadi perhatian utama. Rekayasa lalu lintas dinilai perlu dilakukan untuk mencegah kepadatan arus kendaraan di kawasan pelaksanaan acara.
“Kalau biasanya 40.000 tapi ngumpul di satu titik, tidak terlalu muluk-muluk kalau kita punya target 60.000. Dan terkendali, aman itu penting. Bisa menikmati,” katanya.
Malioboro Ditutup Saat WJNC Berlangsung
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan WJNC 2026, kawasan Malioboro dan sekitarnya akan ditutup sementara selama acara berlangsung.
Hasto menegaskan penutupan tersebut hanya diberlakukan ketika event berlangsung. Dengan demikian, penutupan kawasan tidak dilakukan sepanjang waktu.
“Pas event itu saja. Memang bagaimana enggak ditutup, pas event kan paling berapa jam,” katanya.
Perpanjangan rute WJNC 2026 dari Tugu, Stasiun Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer diharapkan dapat mengurai konsentrasi massa. Pada saat yang sama, Pemkot Jogja menargetkan sekitar 60.000 orang dapat menikmati gelaran tersebut dengan kondisi yang terkendali dan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nurul rutin naik kereta dengan satu tongkat. Ia mengandalkan asistensi petugas KAI saat berjalan jauh hingga naik dan turun kereta.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.