Pilur Bantul 2026, 6 Kalurahan Jadi Perhatian Khusus
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Gedung DPRD Bantul./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Jalan penghubung Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggultirto di Bantul yang putus akibat abrasi sejak awal September 2026 belum masuk dalam anggaran APBD Perubahan 2026. DPRD Bantul mengusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika perbaikan jalan tersebut dinilai mendesak.
Jalan yang berada di kawasan pantai selatan Bantul itu memang bukan akses utama wisatawan. Dinas Pariwisata setempat juga menyebut kondisi jalan putus tersebut belum mengganggu aktivitas pariwisata.
Namun, akses tersebut tetap digunakan masyarakat sekitar untuk menuju sawah dan menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, kondisi jalan yang terputus tetap menjadi perhatian meskipun tidak berdampak langsung terhadap arus wisatawan.
Anggota Komisi C DPRD Bantul Mahmudin mengatakan perbaikan jalan tersebut belum dapat dimasukkan melalui APBD Perubahan 2026. Saat pembahasan anggaran berlangsung, DPRD Bantul belum menerima laporan maupun usulan anggaran dari dinas terkait.
"Baik laporan dan usulan perbaikan sampai hari ini belum masuk ke kami," katanya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Mahmudin, proses pembahasan APBD Perubahan 2026 saat ini sudah berada pada tahap evaluasi di tingkat Pemda DIY. Legislatif tinggal menunggu nomor registrasi sebelum anggaran tersebut dapat segera disahkan.
Dengan tahapan tersebut, perbaikan jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD Perubahan 2026 karena belum masuk dalam penganggaran.
"Memang jalan yang rusak itu belum teranggarkan, jadi memang tidak mungkin tahun ini bisa diperbaiki pakai APBD," ujarnya.
Mahmudin mengatakan masih ada kemungkinan jalan tersebut diperbaiki pada tahun ini apabila Pemkab Bantul mengusulkan penggunaan anggaran BTT.
Sebelum itu dilakukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat perlu melakukan asesmen. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat urgensi perbaikan jalan yang putus akibat abrasi tersebut.
"Kecuali, lanjut dia Pemkab Bantul mengusulkan perbaikan dengan memakai anggaran BTT. Nantinya BPBD setempat akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat seberapa mendesak jalan itu untuk diperbaiki."
Jika tidak menggunakan BTT, opsi lainnya adalah memasukkan perbaikan jalan melalui APBD murni 2027.
"Atau paling cepat bisa diperbaiki tahun depan lewat APBD murni 2027," ungkapnya.
Namun, DPRD Bantul tidak ingin perbaikan sekadar mengembalikan kondisi jalan seperti sebelumnya. Mahmudin meminta instansi terkait mempertimbangkan perubahan rute apabila jalan tersebut nantinya dibangun kembali.
Permintaan tersebut berkaitan dengan kondisi abrasi yang terus mengikis kawasan di sekitar jalan. Menurut Mahmudin, jika jalan tetap dibangun di lokasi yang sama, terdapat kemungkinan kerusakan kembali terjadi karena tanah di bagian bawah jalan telah terkikis.
"Maunya jalurnya dipindah karena sudah termakan abrasi. Kondisinya saya lihat tanah di bagian bawah jalan itu kan juga terkikis habis. Jadi kemungkinan kalau pun diperbaiki ada potensi longsor lagi," imbuhnya.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya perlu dilihat dari kondisi satu ruas jalan. Jalur lain di sepanjang pantai selatan Bantul yang lokasinya berdekatan dengan bibir pantai juga perlu dievaluasi.
Evaluasi diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kerusakan serupa akibat abrasi yang terjadi di kawasan tersebut. Terlebih, jarak sejumlah jalur dengan pantai cukup dekat.
"Harus ada evaluasi mendalam termasuk tata letak jalan itu kemungkinan bisa dipindah kalau memungkinkan karena jaraknya yang sangat dekat dengan pantai," ucapnya.
Dengan demikian, rencana penanganan jalan Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggultirto tidak hanya berkaitan dengan sumber anggaran. Kajian mengenai lokasi dan ketahanan jalur terhadap abrasi juga menjadi bagian penting sebelum perbaikan dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2