Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Putus, DPRD Bantul Usulkan Perbaikan Lewat BTT

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 29 September 2026 13:07 WIB
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Putus, DPRD Bantul Usulkan Perbaikan Lewat BTT

Gedung DPRD Bantul./JIBI

Harianjogja.com, BANTUL—Jalan penghubung Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggultirto di Bantul yang putus akibat abrasi sejak awal September 2026 belum masuk dalam anggaran APBD Perubahan 2026. DPRD Bantul mengusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika perbaikan jalan tersebut dinilai mendesak.

Jalan yang berada di kawasan pantai selatan Bantul itu memang bukan akses utama wisatawan. Dinas Pariwisata setempat juga menyebut kondisi jalan putus tersebut belum mengganggu aktivitas pariwisata.

Namun, akses tersebut tetap digunakan masyarakat sekitar untuk menuju sawah dan menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, kondisi jalan yang terputus tetap menjadi perhatian meskipun tidak berdampak langsung terhadap arus wisatawan.

Anggota Komisi C DPRD Bantul Mahmudin mengatakan perbaikan jalan tersebut belum dapat dimasukkan melalui APBD Perubahan 2026. Saat pembahasan anggaran berlangsung, DPRD Bantul belum menerima laporan maupun usulan anggaran dari dinas terkait.

"Baik laporan dan usulan perbaikan sampai hari ini belum masuk ke kami," katanya, Selasa (29/9/2026).

Menurut Mahmudin, proses pembahasan APBD Perubahan 2026 saat ini sudah berada pada tahap evaluasi di tingkat Pemda DIY. Legislatif tinggal menunggu nomor registrasi sebelum anggaran tersebut dapat segera disahkan.

Dengan tahapan tersebut, perbaikan jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD Perubahan 2026 karena belum masuk dalam penganggaran.

"Memang jalan yang rusak itu belum teranggarkan, jadi memang tidak mungkin tahun ini bisa diperbaiki pakai APBD," ujarnya.

Perbaikan Jalan Bisa Diusulkan Lewat BTT

Mahmudin mengatakan masih ada kemungkinan jalan tersebut diperbaiki pada tahun ini apabila Pemkab Bantul mengusulkan penggunaan anggaran BTT.

Sebelum itu dilakukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat perlu melakukan asesmen. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat urgensi perbaikan jalan yang putus akibat abrasi tersebut.

"Kecuali, lanjut dia Pemkab Bantul mengusulkan perbaikan dengan memakai anggaran BTT. Nantinya BPBD setempat akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat seberapa mendesak jalan itu untuk diperbaiki."

Jika tidak menggunakan BTT, opsi lainnya adalah memasukkan perbaikan jalan melalui APBD murni 2027.

"Atau paling cepat bisa diperbaiki tahun depan lewat APBD murni 2027," ungkapnya.

Namun, DPRD Bantul tidak ingin perbaikan sekadar mengembalikan kondisi jalan seperti sebelumnya. Mahmudin meminta instansi terkait mempertimbangkan perubahan rute apabila jalan tersebut nantinya dibangun kembali.

DPRD Minta Rute Jalan Dikaji Ulang

Permintaan tersebut berkaitan dengan kondisi abrasi yang terus mengikis kawasan di sekitar jalan. Menurut Mahmudin, jika jalan tetap dibangun di lokasi yang sama, terdapat kemungkinan kerusakan kembali terjadi karena tanah di bagian bawah jalan telah terkikis.

"Maunya jalurnya dipindah karena sudah termakan abrasi. Kondisinya saya lihat tanah di bagian bawah jalan itu kan juga terkikis habis. Jadi kemungkinan kalau pun diperbaiki ada potensi longsor lagi," imbuhnya.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya perlu dilihat dari kondisi satu ruas jalan. Jalur lain di sepanjang pantai selatan Bantul yang lokasinya berdekatan dengan bibir pantai juga perlu dievaluasi.

Evaluasi diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kerusakan serupa akibat abrasi yang terjadi di kawasan tersebut. Terlebih, jarak sejumlah jalur dengan pantai cukup dekat.

"Harus ada evaluasi mendalam termasuk tata letak jalan itu kemungkinan bisa dipindah kalau memungkinkan karena jaraknya yang sangat dekat dengan pantai," ucapnya.

Dengan demikian, rencana penanganan jalan Pantai Cangkring menuju Pantai Tanggultirto tidak hanya berkaitan dengan sumber anggaran. Kajian mengenai lokasi dan ketahanan jalur terhadap abrasi juga menjadi bagian penting sebelum perbaikan dilakukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online