Dishub DIY Kembangkan Sigap Aset, Pantau 25.730 Perlengkapan Jalan

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 15:17 WIB
Dishub DIY Kembangkan Sigap Aset, Pantau 25.730 Perlengkapan Jalan

Aset perlengkapan jalan dan fasilitas publik yang ada di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta./Antara-Hery Sidik\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengembangkan aplikasi digital bernama Sigap Aset untuk mengintegrasikan data dan memantau kondisi perlengkapan jalan di ruas jalan provinsi. Inovasi ini diharapkan membantu pemerintah merencanakan pengadaan sekaligus pemeliharaan aset secara lebih terarah.

Sekretaris Dishub DIY, Etik Estimayasti, mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan pemantauan aset perlengkapan jalan. Selain itu, data yang terintegrasi dapat menjadi dasar perencanaan kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan.

"Inovasi ini ditujukan untuk memudahkan pemantauan aset serta mendukung perencanaan pengadaan dan pemeliharaan perlengkapan jalan pada jalan provinsi di DIY," kata Etik di Yogyakarta, Minggu (8/11/2026).

Kebutuhan Perlengkapan Jalan DIY Masih Kurang 51,8%

Etik menjelaskan kebutuhan pengelolaan aset perlengkapan jalan di DIY masih cukup besar. Berdasarkan data 2026, jumlah perlengkapan jalan pada ruas jalan provinsi yang dihitung dalam satuan unit baru mencapai 25.730 unit dari total kebutuhan 53.320 unit.

Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sebanyak 27.590 unit atau sekitar 51,8%. Perhitungan tersebut tidak mencakup perlengkapan jalan yang menggunakan satuan panjang maupun luas.

Kekurangan juga terlihat pada alat penerangan jalan (APJ). Ketersediaannya baru mencapai 4.866 unit dari kebutuhan 13.296 unit atau sekitar 36,6%, sehingga masih kurang 8.430 unit atau 63,4%.

Selain itu, kebutuhan delineator atau patok jalan masih kurang 4.830 unit, sedangkan rambu lalu lintas tercatat mengalami kekurangan 890 unit.

Untuk pagar pengaman jalan, ketersediaannya mencapai 6.980 meter dari kebutuhan 19.520 meter. Artinya, pemenuhannya baru sekitar 35,8% dan masih terdapat kekurangan sepanjang 12.540 meter atau 64,2%.

"Besarnya kebutuhan tersebut menuntut pemenuhan secara bertahap berdasarkan skala prioritas," ujar Etik yang juga menjadi penggagas inovasi Sigap Aset.

Sigap Aset Integrasikan Data dan Lokasi Perlengkapan Jalan

Di tengah kebutuhan pengadaan tersebut, Etik menekankan pentingnya pemantauan dan pemeliharaan perlengkapan jalan yang sudah tersedia. Aset yang ada perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik.

Menurut dia, informasi mengenai jenis, lokasi, dan kondisi setiap aset menjadi dasar penting untuk menentukan penanganan yang diperlukan. Melalui Sigap Aset, data yang sebelumnya dikelola secara terpisah oleh masing-masing bidang kini dipadukan agar lebih mudah ditelusuri, diperbarui, dan dimanfaatkan bersama.

Aplikasi tersebut menghubungkan data administrasi aset dengan informasi lokasi menggunakan teknologi sistem informasi geografis berbasis web atau Web-GIS. Penyajian dalam bentuk peta memungkinkan petugas menelusuri persebaran perlengkapan jalan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan di lapangan.

"Aplikasi ini menghubungkan data administrasi aset dengan informasi lokasi melalui teknologi sistem informasi geografis berbasis web atau Web-GIS. Penyajian berbasis peta membantu petugas menelusuri sebaran perlengkapan jalan dan mendukung identifikasi kebutuhan di lapangan," katanya.

Dishub DIY Harapkan Pengelolaan Aset Lebih Efektif

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pengembangan Sigap Aset merupakan upaya mewujudkan tata kelola perlengkapan jalan yang lebih terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan ketertiban administrasi, akurasi dan kemutakhiran data, serta memudahkan pemantauan lokasi dan kondisi aset perlengkapan jalan," ujarnya.

Menurut Chrestina, aplikasi tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas bidang. Dengan data yang terintegrasi, perencanaan pemeliharaan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

"Saya berharap aplikasi ini terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi digital dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Dishub DIY," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online