Voxpol: Tingkat Kepercayaan Publik pada Pemerintah Capai 63,1 Persen
Survei Voxpol mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 63,1 persen, sementara Poltracking mencatat 64,8 persen.
Warga membawa air bersih seusai diolah dari mesin pembersih air di wilayah Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Senin (7/9/2026). Antara/HO-Bidhumas Polda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Polda DIY mulai mengoperasikan alat pengolahan air bersih atau water treatment di wilayah terdampak kekeringan Kabupaten Gunungkidul.
Fasilitas yang dioperasikan melalui Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Pemerintah Daerah DIY bersama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Polda DIY di Balai Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Senin (7/9/2026).
"Alat water treatment dimanfaatkan untuk mengolah sumber air yang sebelumnya keruh menjadi air yang dapat digunakan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis.
Menurut Ihsan, keberadaan fasilitas pengolahan air tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga dalam menghadapi kondisi kekeringan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kami berupaya memberikan manfaat nyata bagi warga yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Water Treatment Dioperasikan Selama Lima Hari
Ihsan menyebut pengoperasian alat pengolahan air bersih tersebut akan berlangsung sekitar lima hari ke depan di wilayah Kapanewon Tepus.
Selama pelaksanaan, kegiatan tersebut akan mendapat pendampingan personel dari Polda DIY.
Ia mengatakan upaya penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur. Pemda DIY, Keraton Yogyakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak terkait bergerak bersama dengan mengusung semangat gotong royong untuk membantu masyarakat.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga ketika ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkannya, seluruh unsur harus bersama-sama mencari solusi,” katanya.
Air Keruh Diolah untuk Kebutuhan Masyarakat
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemda DIY KPH Yudanegara mengatakan alat pengolahan air bersih tersebut merupakan bantuan negara yang dimiliki Satuan Brimob Polda DIY.
Menurut dia, keberadaan alat tersebut memungkinkan bantuan penanganan kekeringan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Melalui alat ini, air yang sebelumnya keruh dapat diolah sehingga bisa langsung dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat,” katanya.
Pengoperasian water treatment di Kapanewon Tepus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah Gunungkidul yang terdampak kekeringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Survei Voxpol mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 63,1 persen, sementara Poltracking mencatat 64,8 persen.
Topan Champi memicu penutupan aktivitas di Taiwan. Lebih dari 600 penerbangan dibatalkan, 1.300 warga dievakuasi, dan hujan lebat mengancam.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjajaki potensi kerjasama dengan Meksiko di bidang pendidikan dan seni budaya. Kerjasama ini di antaranya
Argentina menempati posisi teratas negara dengan saldo pinjaman IMF terbesar pada 2026. Simak daftar 10 negara dan posisi Indonesia.
Lewis Hamilton menyerukan perdamaian bagi Kongo, Sudan, Suriah, dan Palestina di tengah rencana F1 kembali ke Afrika melalui Rwanda.
enazah perempuan berusia 29 tahun asal Magelang ditemukan di Pantai Krakal, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.