DIY dan Meksiko Jajaki Kerjasama Pendidikan dan Seni Budaya
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjajaki potensi kerjasama dengan Meksiko di bidang pendidikan dan seni budaya. Kerjasama ini di antaranya
Sejumlah pengendara melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 di Bantul, DI Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Ujicoba pembukaan JJLS Kelok 23 sebagai penghubung Kabupaten Bantul dan Gunungkidul tersebut dimulai pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 pukul 06.00-18.00 WIB. Antara/Hendra Nurdiyansyah/YU\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kehadiran Kelok 23 tidak berhenti sebagai jalur alternatif bagi wisatawan. Jalur penghubung kawasan selatan Bantul dan Gunungkidul tersebut diharapkan turut membuat wisatawan memperpanjang lama tinggal mereka di DIY.
Sultan menyebut Kelok 23 merupakan fasilitas publik yang dapat digunakan masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati karena karakter jalur tersebut memiliki tantangan tersendiri.
"Ya harapan saya ya hati-hati aja. Karena itu tantangan sendiri dengan Kelok 23 itu, harus hati-hati, itu aja," ujarnya.
Di sisi pariwisata, Sultan berharap kemudahan akses melalui Kelok 23 dapat mendorong wisatawan memiliki lebih banyak tujuan selama berada di DIY.
"Bisa ada tujuan yang lebih. Harapan saya membawa konsekuensi harinya bertambah," lanjutnya.
Kelok 23 Berpotensi Jadi Destinasi Baru
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Eling Priswanto, mengatakan keberadaan Kelok 23 memberikan dampak terhadap pariwisata, terutama dari sisi aksesibilitas.
Jalur tersebut mempermudah wisatawan dari kawasan pantai Bantul, seperti Parangtritis, menuju deretan pantai di Gunungkidul tanpa harus memutar jauh melalui kota.
Tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, Kelok 23 juga dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru. Pemandangan perbukitan dan pesisir Samudra Hindia dari ketinggian menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan.
"Kelok 23 sendiri berpotensi menjadi objek wisata panorama/foto dan titik singgah," ujarnya.
Keberadaan jalur baru tersebut juga berpotensi membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Kelok 23 dapat memecah penumpukan kendaraan di jalur utama atau jalur arteri seperti Jalan Wonosari, terutama saat musim liburan atau weekend.
Dari sisi ekonomi, akses baru ini juga membuka peluang bagi masyarakat di sekitar jalur. Eling menyebut pertumbuhan ekonomi dan UMKM lokal dapat terdorong melalui munculnya usaha kuliner, tempat istirahat, cafe panorama, hingga penginapan di sekitar Bantul Selatan dan Gunungkidul Barat.
"Pertumbuhan ekonomi dan UMKM lokal, membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar, mulai dari kuliner, tempat istirahat, cafe panorama, hingga penginapan di sekitar Bantul Selatan dan Gunungkidul Barat," lanjutnya.
Kelok 23 Masih dalam Masa Uji Coba
Sementara itu, masyarakat mulai dapat mencoba jalur baru Kelok 23 yang menghubungkan Girijati, Purwosari, Gunungkidul dengan Kretek, Bantul pada Senin (14/9/2026).
Namun, jalur tersebut belum dibuka sepenuhnya untuk seluruh jenis kendaraan. Akses JJLS Kelok 23 juga belum berlangsung selama 24 jam karena masih dalam masa uji coba.
Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satker PJN DIY, Dian Rusmanawati, mengatakan uji coba atau open traffic Kelok 23 berlangsung selama tujuh hari.
"Uji coba atau open traffic Kelok 23 akan dimulai tanggal 14 hingga 20 September 2026," kata Dian.
Selama masa uji coba tersebut, operasional Kelok 23 dibatasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Masyarakat yang hendak melintasi jalur baru itu perlu menyesuaikan waktu perjalanan karena ruas tersebut belum dibuka sepanjang hari.
Dengan akses yang lebih mudah antara kawasan wisata pantai di Bantul dan Gunungkidul, Kelok 23 diharapkan tidak hanya membantu mobilitas wisatawan. Jalur ini juga diharapkan memperluas pilihan tujuan wisata, membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, sekaligus mendukung bertambahnya lama tinggal wisatawan di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjajaki potensi kerjasama dengan Meksiko di bidang pendidikan dan seni budaya. Kerjasama ini di antaranya
PSIM Jogja mematangkan persiapan selama sepekan jelang melawan Borneo FC. Guntur mewaspadai kedalaman skuad dan keberadaan Reva Adi.
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.
Mario Aji mengamankan posisi start ke-11 pada kualifikasi Moto2 GP Malaysia 2026. Daniel Holgado merebut pole position di Sirkuit Sepang.
Dhyen Gaseng dan Om Wawes mundur dari RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo. Keduanya memilih menghormati kondisi masyarakat Jogja.