11 Juta Turis Datang, Industri Pariwisata Jogja Kelola Sampah Mandiri
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana melanjutkan pengerukan sungai menggunakan alat berat setelah libur Lebaran 2026. Program penataan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga disiapkan untuk menghadirkan destinasi wisata sungai baru di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan pengerukan sungai akan dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan, terutama ketika intensitas hujan sudah berkurang. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penataan sungai di sejumlah wilayah kota.
“Setelah habis Lebaran, begitu tidak hujan kami akan berlari lagi untuk mengerahkan alat-alat berat ke sungai, seperti Kali Code, Winongo, dan Gajahwong,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Hasto, penataan sungai yang dilakukan Pemkot Jogja tidak semata-mata untuk mengatasi persoalan lingkungan seperti sedimentasi dan kebersihan sungai, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis sungai di Kota Jogja.
“Harapan saya puncaknya ada destinasi wisata sungai yang terkenal di Jogja, yang bisa menjadi viral atau menjadi destinasi baru. Paling tidak satu sampai tiga lokasi yang benar-benar menarik orang datang ke situ,” ujarnya.
Selain fokus pada penataan sungai, Pemkot Jogja juga terus memperkuat pengelolaan lingkungan lain, terutama dalam hal pengelolaan sampah kota. Upaya ini dilakukan agar kualitas lingkungan perkotaan semakin baik sekaligus mendukung berbagai program penataan wilayah.
Hasto menyebut kinerja pengelolaan sampah di Kota Jogja saat ini telah memperoleh nilai tertinggi di wilayah DIY. Meski demikian, Kota Jogja masih belum berhasil meraih penghargaan Adipura karena pengelolaan sampah masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang menggunakan sistem open dumping.
“Kami hanya kurang satu angka untuk mendapatkan Adipura. Salah satu sebabnya karena kita masih membawa sampah ke Piyungan yang masih open dumping,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.