Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan Pariwisata Kota Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 03 Agustus 2026 10:57 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan Pariwisata Kota Jogja

Wisatawan berfoto di depan Bangsal Mandolosono Kraton Ngayogyakarta. Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja menegaskan hasil Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan untuk memperkuat sektor pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kota Jogja. Melalui pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha, pemerintah diharapkan memiliki dasar yang lebih akurat dalam merancang program pengembangan sektor wisata dan ekonomi daerah.

Pendataan tersebut mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar, termasuk berbagai jenis usaha yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan sektor pariwisata.

Petakan Kondisi Sektor Pariwisata

Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengatakan SE2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian Kota Jogja. Informasi yang dihimpun meliputi jumlah pelaku usaha, persebaran usaha, karakteristik usaha, hingga kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

"Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, seperti pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan investasi dan infrastruktur pendukung," katanya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Joko, ketersediaan data yang akurat dan mutakhir diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Joko menjelaskan, jenis data yang dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata akan menyesuaikan arah kebijakan pemerintah. Namun secara umum, SE2026 akan menghasilkan informasi mengenai jumlah dan persebaran usaha pariwisata, skala usaha, karakteristik tenaga kerja, tingkat adopsi teknologi digital, hingga keterkaitan sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif.

"Informasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan sehingga pengembangan sektor pariwisata dapat dilakukan secara lebih terarah," ujarnya.

BPS Perkuat Koordinasi

Untuk memastikan kualitas hasil sensus, BPS Kota Jogja memperkuat koordinasi, komunikasi, dan diplomasi dengan Pemerintah Kota Jogja, organisasi perangkat daerah (OPD), asosiasi, serta para pelaku usaha.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan secara luring maupun daring agar masyarakat memahami tujuan dan manfaat sensus serta memberikan data yang benar.

Di sisi pengendalian mutu, BPS menerapkan pemeriksaan hasil pencacahan secara berjenjang, evaluasi cakupan usaha yang berhasil didata, hingga uji petik atau revisit kepada sebagian responden.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang dihimpun memenuhi aspek kelengkapan, konsistensi, dan akurasi.

Joko menambahkan salah satu tujuan utama SE2026 adalah memetakan potensi, karakteristik, dan kondisi seluruh pelaku usaha, termasuk sektor pariwisata.

Di Kota Jogja, pendataan akan mencakup berbagai jenis usaha, seperti hotel, homestay, restoran, biro perjalanan wisata, hingga berbagai usaha pendukung kampung wisata.

"Hasil pendataan ini diharapkan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi ekonomi secara kewilayahan sehingga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengembangkan sektor pariwisata, memperkuat UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sesuai potensi wilayah masing-masing," katanya.

Joko berharap sektor pariwisata tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Jogja.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Jogja 2025, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap perekonomian daerah.

Melalui SE2026, BPS berharap tersedianya data yang akurat, lengkap, dan mutakhir mengenai karakteristik serta perkembangan usaha pariwisata. Data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata, memperkuat UMKM pariwisata, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Jogja yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online