Pemotor Masuk Selokan usai Senggol Mobil di Umbulharjo Jogja
Kecelakaan di Umbulharjo Jogja menyebabkan pemotor terjatuh ke selokan usai menyenggol mobil. Korban mengalami luka memar dan dirawat di RS Wirosaban.
Pengunjung memadati bazar UMKM di bantaran sungai Buntung di Kampung Bangunrejo, Tegalrejo, Kota Jogja, Kamis (18/6/2026). - Ist/ Kemantren Tegalrejo
Harianjogja.com, JOGJA—Penataan bantaran sungai di RW 13 Kampung Bangunrejo, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja, mulai menunjukkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman, kawasan tersebut kini berkembang menjadi ruang publik yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga melalui pelaku UMKM dan pertunjukan seni budaya.
Pemanfaatan kawasan bantaran sungai itu terlihat dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Beragam stan UMKM hadir menawarkan produk lokal, sementara pertunjukan seni melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Kehadiran pengunjung memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Mantri Pamong Praja Tegalrejo, Antariksa Agus Permana, menilai inisiatif yang lahir dari masyarakat Bangunrejo tersebut menjadi contoh keberhasilan penataan lingkungan berbasis partisipasi warga. Menurutnya, konsep yang memadukan perbaikan kawasan dengan pemberdayaan ekonomi lokal layak dikembangkan di wilayah lain.
"Kami dari pihak kemantren tentu sangat mendukung penuh langkah kreatif warga Bangunrejo. Penataan kawasan bantaran sungai yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan seni budaya ini menjadi percontohan yang sangat baik bagi wilayah lain di Tegalrejo," katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kemantren Tegalrejo akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi masyarakat yang mampu mengoptimalkan ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Menurut Antariksa, keberhasilan pengelolaan bantaran sungai di Bangunrejo menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai area terbuka, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Ketua DPRD Kota Jogja, FX Wisnu Sabdono Putro, yang turut mengunjungi kawasan tersebut, menilai keberhasilan penataan bantaran sungai tidak terlepas dari kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
"Membangun hal seperti ini tidak mudah, mendirikan stan bareng-bareng, lalu ada pertunjukan dari anak-anak hingga ibu-ibu. Kuncinya cuma satu, yaitu gotong royong. Kalau gotong royong tidak ada, maka tidak mungkin acara ini bisa terlaksana," ujarnya.
Menurut Wisnu, pembangunan kawasan bantaran sungai tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik atau infrastruktur. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting agar ruang publik yang telah dibangun benar-benar hidup dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Ia juga menyoroti penerapan konsep mundur, munggah, madep kali (M3) yang selama ini menjadi bagian dari penataan kawasan sungai di Kota Jogja. Konsep tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan aksesibilitas dan kualitas lingkungan permukiman warga.
"Membangun pinggir kali ini tidak gampang, konsep mundur, munggah, madep kali (M3) inilah yang dicanangkan. Sekarang jalannya sudah bagus, mobil juga sudah bisa lewat. Harapannya, masyarakat terus bergerak bersama menghidupkan kembali semangat gotong royong itu," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja, Haryanto, menilai kegiatan yang digagas masyarakat Bangunrejo memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar peningkatan ekonomi. Aktivitas tersebut juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan menjaga kebersamaan di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.
"Bulan ini memang penuh dengan berbagai peristiwa dan dinamika. Namun, melalui kegiatan positif seperti ini, warga membuktikan mampu tetap bersatu, guyub, dan fokus pada pembangunan wilayah," ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara warga, pelaku UMKM, kelompok seni, dan pemerintah setempat, kawasan bantaran sungai di Kampung Bangunrejo kini berkembang menjadi ruang publik produktif yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat interaksi sosial masyarakat di Kemantren Tegalrejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan di Umbulharjo Jogja menyebabkan pemotor terjatuh ke selokan usai menyenggol mobil. Korban mengalami luka memar dan dirawat di RS Wirosaban.
Lele dan kembung sama-sama kaya protein, tetapi ikan kembung unggul dalam kandungan omega-3 dan risiko merkuri yang lebih rendah.
Belanda merebut puncak Grup F Piala Dunia 2026 usai menghajar Swedia. Jepang menempel ketat, sementara laga terakhir jadi penentu tiket 16 besar.
Perbaikan jalan rusak di kawasan industri Semin kembali dilanjutkan setelah dua tahun terhenti. Pemkab Gunungkidul menyiapkan anggaran Rp1 miliar.
Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi finis runner-up Macau Open 2026 setelah kalah dari wakil Korea Selatan dalam final tiga gim.
Pemadaman listrik bergilir mengganggu aktivitas warga. Berikut lima gadget yang membantu tetap produktif saat listrik padam.