500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
-
Harianjogja.com, JOGJA—Penebangan puluhan pohon di bantaran Sungai Winongo menuai keluhan warga karena dinilai membuat lingkungan di Suryowijayan, Gedongkiwo, semakin panas.
Warga di wilayah Kemantren Mantrijeron menyebut aktivitas penebangan terjadi di sejumlah titik, terutama di RW 2 dan RW 6, dengan sebagian besar pohon telah ditebang hingga habis menggunakan alat berat.
Salah seorang warga, Zaeni Mansyur, menuturkan proses pemotongan hingga pengangkutan pohon dilakukan secara masif.
“Kondisinya banyak pohon ditebangi, di RW 6 dan RW 2 sudah terpotong habis. Bahkan ada yang diangkut pakai bego,” ujarnya, Jumat (25/4/2026).
Ia menyebut jumlah pohon yang terdampak mencapai puluhan batang dengan berbagai ukuran. Belasan di antaranya berukuran sedang, sementara pohon besar diperkirakan kurang dari sepuluh batang.
Zaeni juga menyoroti keberadaan tiga pohon kenangan berukuran besar yang hingga kini belum ditebang karena masih dalam pembahasan, termasuk pohon kenanga yang selama ini dimanfaatkan warga.
“Ada pohon kenanga yang cukup besar, biasanya sebulan dua kali dipetik bunganya untuk dijual,” katanya.
Menurutnya, warga sebelumnya hanya mendapat informasi bahwa kegiatan di bantaran sungai sebatas penataan lingkungan, seperti pembersihan kandang dan sampah. Namun, dalam pelaksanaannya, penebangan pohon justru dilakukan secara luas.
Dampak langsung dari penebangan tersebut kini mulai dirasakan warga, terutama meningkatnya suhu lingkungan yang sebelumnya terasa lebih sejuk karena keberadaan pepohonan.
“Sekarang jadi terasa panas. Dulu ada puluhan pohon yang membuat lingkungan lebih sejuk,” ujarnya.
Ia menilai pengelolaan kawasan sungai seharusnya tidak hanya berfokus pada kelancaran aliran air, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan ekosistem, termasuk pohon-pohon yang telah tumbuh lama di bantaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Jogja, Rahmawan, membenarkan adanya rencana penebangan di kawasan tersebut.
“Pohon akan ditebangi oleh DLH Kota Jogja,” katanya.
Ia menjelaskan penebangan dilakukan karena pohon dinilai mengganggu aliran sungai. Selain itu, rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Opak (BBWSO) menyebut hanya vegetasi tertentu seperti rumput dan bambu kuning yang diperbolehkan tetap berada di bantaran sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.