HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Ilustrasi talud Kali Code.dok/harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan sejumlah talud di Kota Yogyakarta. Memasuki puncak musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan penanganan darurat hingga perbaikan permanen segera dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengungkapkan beberapa talud mengalami longsor akibat tingginya curah hujan. Lokasi terdampak antara lain berada di wilayah Tegalrejo dan Giwangan.
Menurut Umi, penanganan permanen belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat karena adanya pembagian kewenangan. Sebagian talud merupakan aset Pemerintah Daerah DIY dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.
“Untuk kondisi darurat di Kali Buntung sudah tertangani melalui kolaborasi dengan BBWSO. Namun, penanganan permanen pada titik tertentu belum bisa dilakukan tahun ini karena kendala kewenangan. Meski begitu, langkah darurat tetap menjadi prioritas,” ujar Umi, Kamis (19/2/2026).
Fokus Penguatan Talud di DAS
DPUPKP Kota Jogja juga menyiapkan penguatan struktur talud di sejumlah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Di Sungai Gajahwong, penanganan direncanakan di wilayah Baciro dan Prenggan. Sementara di Sungai Winongo, perbaikan akan dilakukan di kawasan Notoprajan dan Tanjung.
Selain itu, sejumlah titik lain seperti Tegalgendu, Giwangan, dan Kricak juga masuk dalam daftar prioritas penanganan.
“Untuk wilayah Baciro, penanganan sudah masuk tahap perencanaan. Pelaksanaan fisik kami targetkan mulai Mei mendatang, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca,” jelas Umi.
Data DPUPKP mencatat, wilayah terdampak meliputi DAS Gajahwong di Baciro dan Prenggan, Sungai Winongo di Notoprajan dan Tanjung, serta kawasan Tegalgendu, Giwangan, hingga Kricak. Khusus Baciro, proses perencanaan didukung penuh oleh partisipasi warga setempat.
Status Siaga Hidrometeorologi
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menyampaikan status siaga darurat hidrometeorologi masih diberlakukan hingga akhir Maret 2026.
Dalam status tersebut, BPBD telah menyiapkan early warning system (EWS) di sejumlah titik rawan banjir untuk meminimalkan risiko kebencanaan.
“Personel dan sarana prasarana penanganan bencana masih mencukupi untuk kebutuhan darurat,” katanya.
Pemkot Jogja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir, serta segera melapor apabila menemukan kerusakan infrastruktur yang berisiko membahayakan keselamatan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.