Nonton WJNC Tak Perlu Khawatir Tarif Parkir, Dishub Jogja Perketat Pengawasan
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo (tengah) mengobrol bersama dengan anggota Federasi Arum Jeram Indonesia di Sungai Code pada Kamis (22/5/2026). Stefani Yulindriani/Harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA — Aksi susur Sungai Code yang dilakukan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo membuka fakta lapangan yang tak terduga. Menyusuri aliran sungai dari kawasan belakang Hotel Tentrem hingga Jembatan Kewek dekat Malioboro, Hasto menemukan berbagai persoalan klasik yang masih membelit sungai ikonik tersebut.
Mulai dari sampah, bangunan di badan sungai, hingga keberadaan kandang ayam, semuanya masih dijumpai di sejumlah titik. Bahkan, kondisi pendangkalan akibat sedimentasi juga menjadi sorotan serius dalam kegiatan tersebut.
"Dengan susur sungai ini kita mendapat informasi yang sebelumnya kita tidak tahu. Kami menemukan wilayah yang masih ada sampah, kandang ayam, bangunan yang berada di badan sungai, hingga titik-titik yang belum bersih dan mengalami pendangkalan," ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Tak hanya itu, Hasto juga menyoroti banyaknya batu besar di tengah aliran sungai yang berpotensi menghambat arus air. Kondisi ini dinilai bisa memperparah risiko banjir jika tidak segera ditangani.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Jogja akan segera melakukan normalisasi sungai dalam waktu dekat. Sejumlah alat berat direncanakan diturunkan untuk mengeruk sedimentasi, memindahkan batu besar, serta membersihkan area bantaran dari kandang ternak dan sampah.
"Nanti kami turunkan alat berat untuk membersihkan dan menormalisasi sungai ini. Karena di beberapa titik sudah terjadi pendangkalan, sedimen, dan ada batu-batu besar di tengah sungai. Batu-batu besar akan dipinggirkan, kandang ayam dibersihkan, kemudian masyarakat juga akan disosialisasikan agar tidak membuang sampah ke sungai," katanya.
Namun, penataan Sungai Code tidak berhenti pada aspek kebersihan semata. Pemkot Jogja juga melihat peluang besar untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata berbasis sungai.
"Ke depan Insyaallah kita punya susur sungai dan arung jeram di Kota Jogja di Sungai Code," ucapnya.
Potensi ini diperkuat oleh penilaian dari Koordinator Lingkungan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY, Abdul Munir Roy Alfatoni. Menurutnya, karakter arus Kali Code cukup ideal untuk aktivitas arung jeram, khususnya bagi pemula.
"Tadi Pak Wali mencoba menggunakan packraft sendiri dan merasakan sensasinya. Untuk pemula ini sangat menarik," katanya.
Hal senada juga disampaikan Komandan Kodim 0734/Kota Jogja Arif Setiyono yang turut dalam kegiatan tersebut. Ia menilai variasi arus Sungai Code menjadi daya tarik tersendiri.
"Tadi mulai dari belakang Tentrem arusnya tenang, kemudian ada arus yang cukup menguji adrenalin dengan beberapa batu-batuan namun masih dalam koridor aman. Program ini harus kita dukung bersama karena nantinya bisa menjadi destinasi wisata yang diminati masyarakat," ungkapnya.
Dengan temuan lapangan dan rencana penataan yang disiapkan, Sungai Code berpeluang besar bertransformasi. Dari wajah lama yang penuh persoalan, menjadi ikon baru wisata sungai di Jogja yang bersih, aman, dan menarik bagi wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.
Tiga tahun agresi Israel membuat Gaza kehilangan rumah, pekerjaan, layanan publik, dan akses kebutuhan dasar. Lebih dari 74.245 warga Palestina tewas.
Kemenkop membuka peluang koperasi menjadi mitra pembayaran gaji dan pensiun ASN/PNS. Skema ini ditegaskan bukan untuk menggantikan perbankan.
Sebanyak 1.654 anak usia 0-6 tahun di Karangmojo belum mengenal bangku sekolah. Deklarasi Bocah Pinter digelar untuk mendorong PAUD.