DPRD Kota Jogja Matangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Jogja/Dibuat menggunakan AI
Harianjogja.com, JOGJA— Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi sarana pemerintah untuk memetakan kondisi perekonomian, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam membaca peluang bisnis dan investasi di berbagai wilayah di DIY.
Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi serta perkembangan berbagai lapangan usaha di setiap wilayah. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan pelaku usaha ketika menentukan pengembangan bisnis maupun investasi.
“Bagi pelaku usaha sendiri sebenarnya ini bisa untuk melihat bagaimana peluang investasi di satu wilayah,” ujarnya di Kantor BPS DIY pada Rabu (12/8/2026).
Petakan Potensi Lapangan Usaha
Endang menjelaskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh lapangan usaha. Dengan cakupan tersebut, hasil sensus diharapkan dapat menunjukkan sektor maupun komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan di suatu daerah.
Data tersebut nantinya memungkinkan pelaku usaha melihat wilayah yang mempunyai potensi ekonomi tertentu yang sebelumnya belum banyak terlihat. Informasi itu dapat digunakan untuk membaca peluang pasar sekaligus menentukan sektor usaha yang berpotensi dikembangkan.
“Misalnya di wilayah tertentu, ternyata hasil Sensus Ekonomi ini ada komoditas-komoditas tertentu yang harus dihasilkan di situ. Jadi ini penting untuk bagaimana pelaku usaha melihat peluang,” jelasnya.
Selain untuk melihat peluang investasi, data Sensus Ekonomi juga berpotensi digunakan dalam melihat kebutuhan pembiayaan usaha melalui lembaga keuangan. Gambaran struktur ekonomi yang lebih lengkap dapat menjadi informasi pendukung bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Ekonomi Digital Ikut Dipotret
Sensus Ekonomi 2026 juga akan menangkap perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Perubahan pola transaksi dan distribusi barang secara daring menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang perlu masuk dalam pendataan.
Menurut Endang, aktivitas ekonomi pada era digital tidak selalu dapat dikenali dari keberadaan tempat usaha secara fisik. Rumah yang tidak memiliki papan nama usaha, misalnya, belum tentu tidak digunakan untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
“Sekarang begitu masif ekonomi digital, sehingga itu juga harus ditangkap. Satu keluarga misalnya tidak kelihatan ada papan nama atau usaha, tetapi ternyata ada potensi di sana, misalnya influencer,” katanya.
BPS Jamin Kerahasiaan Data
Endang berharap seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, tidak ragu memberikan data secara benar dan jujur. Menurutnya, data tersebut dibutuhkan untuk menghasilkan gambaran struktur ekonomi DIY yang utuh sekaligus memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
BPS memastikan informasi yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data individu tidak akan dipublikasikan karena BPS hanya menyajikan hasil sensus dalam bentuk agregat.
“Jangan khawatir bahwa informasi yang diberikan ini akan diketahui pihak lain. BPS hanya menampilkan output secara agregat atau gabungan,” katanya.
Dengan cakupan seluruh lapangan usaha dan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran struktur ekonomi DIY sekaligus menjadi informasi pendukung bagi pelaku usaha dalam membaca peluang investasi dan pengembangan bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.