Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Lokasi Daycare Little Aresha Jogja.ist/Antara
Harianjogja.com, JOGJA — Kasus dugaan permasalahan di daycare Little Aresha terus berkembang. DP3AP2KB Kota Jogja mencatat sebanyak 217 aduan telah masuk melalui hotline UPT PPA hingga 29 April 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Jogja, Retnaningtyas, menyampaikan dari total laporan tersebut, sebanyak 162 anak telah menjalani asesmen awal.
Dari jumlah itu, 137 anak sudah mendapatkan pendampingan psikologis, sementara 78 anak lainnya telah menjalani skrining tumbuh kembang sebagai bagian dari penanganan lanjutan.
“Hasil asesmen awal menunjukkan mayoritas anak mengalami kondisi yang hampir sama, yakni gangguan tumbuh kembang serta membutuhkan pendampingan psikologis,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan gangguan tumbuh kembang yang ditemukan mencakup dua aspek utama, yakni fisik dan perkembangan kognitif. Dari sisi fisik, terdapat ketidaksesuaian antara tinggi dan berat badan dengan usia anak. Sedangkan dari sisi perkembangan, sejumlah anak belum mencapai kemampuan kognitif sesuai tahapan usianya.
“Kalau tumbuh itu tinggi dan berat badan tidak sesuai umur. Kalau kembang, dari sisi kognitif, misalnya di usia tertentu anak belum mencapai kemampuan yang seharusnya,” jelasnya.
Meski demikian, Retnaningtyas memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi stunting. Pemeriksaan masih akan dilanjutkan oleh dinas kesehatan, khususnya untuk memastikan kondisi gizi dan nutrisi anak secara lebih mendalam.
Selain gangguan fisik dan perkembangan, sebagian anak juga menunjukkan tanda-tanda trauma psikologis. Hal ini terlihat dari perubahan perilaku, seperti menjadi lebih emosional atau temperamental.
“Secara umum ada perubahan temperamen pada anak,” katanya.
Untuk memastikan penanganan menyeluruh, DP3AP2KB menggandeng berbagai pihak, mulai dari UPT PPA lintas wilayah, lembaga bantuan hukum, hingga organisasi masyarakat. Pendampingan tidak hanya difokuskan pada anak, tetapi juga keluarga korban.
Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih selektif dalam memilih layanan penitipan anak. Pemerintah Kota Jogja saat ini merekomendasikan 37 daycare yang telah memiliki izin resmi.
“Di tempat yang legal, ada jaminan perlindungan jika terjadi sesuatu. Kami sarankan memilih daycare berizin,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada keputusan terkait penutupan daycare. Namun, pengawasan terhadap layanan penitipan anak akan terus diperkuat untuk memastikan standar perlindungan anak terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.