Satpol PP Pantau Titik Sampah Liar di Danurejan, Pelaku Dibidik
Satpol PP Kota Jogja melakukan profiling pelaku pembuangan sampah liar di Danurejan dan memperketat patroli di sejumlah titik rawan pelanggaran.
Vice President & Managing Director Cargill Food Southeast Asia, Australia dan New Zealand, Kashan Rashid (pertama dari kiri) memaparkan terkait potensi industri kakao Indonesia dalam Indonesia International Cocoa Conference (IICC) ke 9 di Jogja pada Kamis (237/2026). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Peningkatan produktivitas petani kakao menjadi faktor utama yang dinilai menentukan daya saing industri kakao Indonesia di pasar global. Selain mendorong hasil panen yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas juga dipandang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok kakao nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Vice President & Managing Director Cargill Food Southeast Asia, Australia and New Zealand, Kashan Rashid, dalam Indonesia International Cocoa Conference (IICC) ke-9 di Jogja, Kamis (23/7/2026).
Indonesia Punya Posisi Strategis bagi Cargill
Kashan mengatakan Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam bisnis kakao Cargill. Selain menjadi sumber pasokan kakao terbesar perusahaan, Indonesia juga menjadi satu-satunya lokasi fasilitas pengolahan kakao Cargill di kawasan Asia.
"Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis kakao kami di Asia Pasifik. Kami tidak bisa sukses tanpa industri kakao Indonesia yang sehat. Ketika petani berhasil dan industri kakao berkembang, kami juga akan berhasil," ujarnya.
Menurutnya, letak Indonesia yang berdekatan dengan pasar konsumen Asia memberikan peluang besar bagi pengembangan industri kakao. Namun, peluang tersebut harus didukung peningkatan produktivitas petani melalui praktik budidaya yang baik, penerapan sistem ketertelusuran (traceability), serta pengolahan kakao yang mampu menghasilkan nilai tambah.
Penguatan Dimulai dari Kebun Petani
Kashan menjelaskan peningkatan produktivitas harus dimulai dari tingkat petani. Karena itu, Cargill melakukan investasi mulai dari peningkatan kapasitas petani, pengembangan teknologi pengolahan, hingga inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
"Kami melihat seluruh rantai nilai kakao dimulai dari petani. Bagaimana produktivitas mereka meningkat, pendapatan mereka membaik, kemudian hasil panen tersebut diolah menjadi produk yang dibutuhkan pelanggan," katanya.
Melalui program global Cargill Cocoa Promise, perusahaan menerapkan standar yang sama di seluruh negara penghasil kakao, termasuk Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan praktik pertanian yang baik (good agricultural practices), pengelolaan kebun berkelanjutan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Menurut Kashan, produktivitas kebun menjadi faktor utama yang menentukan tingkat pendapatan petani. Semakin tinggi hasil panen yang diperoleh, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan.
"Tujuan dasarnya adalah membantu petani memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membudidayakan kakao. Ketika produktivitas meningkat, mereka akan memperoleh pendapatan yang lebih baik," ujarnya.
Ribuan Petani Terima Premi Sertifikasi
Selain memberikan pelatihan, Cargill juga mendukung pengembangan bibit kakao unggul dan berbagai inovasi untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik budidaya berkelanjutan, petani yang mengikuti program keberlanjutan dan memenuhi standar sertifikasi memperoleh pembayaran premi. Pada 2026, lebih dari 7.800 petani peserta sertifikasi Rainforest Alliance menerima premi sekitar Rp38,8 miliar.
Dalam lima tahun terakhir, perusahaan juga telah membentuk delapan pusat pembibitan masyarakat, menyediakan 96.000 bibit kakao, mendistribusikan 44.000 pohon penaung, serta mendukung pembentukan 52 Village Savings and Loan Association (VSLA).
Di wilayah program, Cargill juga menerapkan sistem first-mile traceability, melakukan pemetaan lahan, penilaian risiko deforestasi, serta memberikan pendampingan mengenai praktik pertanian berkelanjutan.
Sertifikasi Buka Peluang Pasar Ekspor
Kashan menilai sertifikasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri kakao Indonesia. Sertifikasi dinilai membuka akses menuju pasar ekspor yang membutuhkan bahan baku yang diproduksi secara bertanggung jawab.
Di sisi permintaan, hasil studi APAC IngredienTracker Cargill menunjukkan prospek pasar kakao Indonesia masih terbuka lebar. Sebanyak 76% konsumen Indonesia memilih produk pangan yang ditanam secara lokal, sedangkan 91% konsumen menginginkan makanan dan minuman yang diproduksi dengan memperhatikan aspek sosial serta lingkungan.
Menurut Kashan, tren tersebut semakin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pelaku industri untuk memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor kakao nasional.
"Masa depan industri kakao Indonesia akan ditentukan oleh kolaborasi di sepanjang rantai nilai untuk mendukung petani, memperkuat praktik pengadaan kakao yang bertanggung jawab, serta menghubungkan kakao Indonesia dengan pasar regional dan global," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Kota Jogja melakukan profiling pelaku pembuangan sampah liar di Danurejan dan memperketat patroli di sejumlah titik rawan pelanggaran.
Pengemudi Toyota Alphard yang menerobos lampu merah di Bundaran HI ditilang setelah polisi memastikan kendaraan memakai pelat nomor palsu.
Polres Bantul menyiapkan ETLE di Simpang Tiga Cepit. Kamera berbasis AI belum terpasang dan waktu penerapannya masih menunggu.
Suzuki menghadirkan XL7 Facelift 2026 dan mengandalkan Fronx hybrid di GIIAS 2026 untuk memperkuat penjualan pada semester II/2026.
Gelar Potensi Umbulharjo 2026 menjadi ajang promosi UMKM, kelompok tani, dan bank sampah sekaligus memperkuat kolaborasi masyarakat di Jogja.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi resmi dipanggil memperkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 usai menerima surat dari PSSI.