Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 14 Mei 2026 21:17 WIB
Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei

Potret bangunan SDN Nglarang yang terdampak Tol Jogja-Solo mulai dibongkar. Pada Rabu (29/4/2026) nampak beberapa bagian ruangan telah dirobohkan./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan gedung baru SDN Nglarang di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman, mulai diupayakan bergulir pada Mei 2026. Sekolah tersebut direlokasi karena terdampak proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman.

Saat ini, tahapan pematokan lahan sekolah pengganti telah rampung dilakukan. Proses pembangunan selanjutnya akan memasuki tahap pemasangan saluran air dan penimbunan lahan di lokasi baru.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menjelaskan pematokan lahan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari PT Jasamarga Jogja Solo, Pemkab Sleman, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sleman.

“Sekolah yang baru kemarin kan sudah dilakukan pematokan [lahannya] bersama antara dari Jasa Marga, Adhi Karya, kemudian dari Pemda Sleman itu terdiri dari PU, Dinas PU, Dispertaru Sleman, dan Dinas Pendidikan Sleman, BPN Sleman untuk melakukan pengukuran pematokan di lokasi SD yang baru, sudah firm,” kata Agung dikutip Kamis (14/5/2026).

“Alhamdulillah sudah ketemu titik-titiknya,” imbuhnya.

Setelah proses pematokan selesai, pengembang tol akan melanjutkan pekerjaan dengan pemasangan Reinforced Concrete Pipe (RCP) atau saluran drainase di area sekolah baru. Tahap berikutnya yakni penimbunan lahan yang sebelumnya digunakan sebagai kolam ikan.

“Setelah itu nanti kita juga sudah akan mulai menimbun di lokasi yang baru itu, setelah tahu batas-batasnya kita ketahui,” ujarnya.

Agung menjelaskan luas lahan pengganti untuk pembangunan SDN Nglarang mencapai lebih dari 3.000 meter persegi. Sebelum digunakan untuk pembangunan sekolah, pihak pengembang terlebih dahulu menyelesaikan proses ganti rugi kepada pembudi daya ikan yang memanfaatkan lahan tersebut.

“Alhamdulillah kolam ikannya sudah kita lakukan ganti rugi untuk peternak-peternak kolamnya itu. Sehingga bisa segera dipanen untuk pindah dan kita gunakan untuk SD kita timbun,” jelasnya.

Menurut Agung, pemasangan RCP dilakukan untuk menyempurnakan sistem drainase di lokasi baru sebelum proses penimbunan dilaksanakan.

“Setelah pematokan kita pemasangan RCP atau untuk saluran airnya. Kita sempurnakan saluran airnya di depannya, kita pasang RCP,” ujarnya.

“Kemudian setelah [pemasangan RCP] itu kita bisa masuk nimbun di bekas kolam-kolam tersebut karena eksisting sebelumnya kan digunakan untuk kolam-kolam ikan,” tandas Agung.

Pihak pengembang menargetkan pembangunan fisik gedung baru SDN Nglarang dapat mulai dikerjakan pada Mei 2026 agar proses relokasi sekolah terdampak Tol Jogja-Solo bisa segera berjalan.

“Kita usahakan bisa mulai, Mei kita usahakan untuk pembangunan,” tegasnya.

Terkait anggaran pembangunan, Agung menyebut nilai pembangunan sekolah baru akan menyesuaikan hasil appraisal gedung sebelumnya. Selain itu, pembangunan juga dimungkinkan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Disamakan appraisal yang lalu, tapi juga nanti kan apa disamakan appraisal lalu tapi juga ada support dari Pemda Sleman,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, menyampaikan pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo–Junction Sleman ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Ruas tersebut nantinya akan terhubung dengan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman–Simpang Susun Banyurejo.

“[Tol] Trihanggo-Junction Sleman itu di jadwalnya kita Oktober,” jelas Rudy saat ditemui di Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan–Purwomartani, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan data terbaru, progres konstruksi ruas Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 79,77%, sedangkan pengadaan lahan menyentuh 98,67%. Salah satu pekerjaan yang masih dikebut yakni relokasi SDN Nglarang yang berdiri di atas Sultan Ground (SG).

“Memang kemarin ada lahan, jadi ada SD yang harus dipindah. Jadi SD itu sendiri berada di Sultan Ground sebetulnya, dicarikan lokasi pengganti. Nah, ini yang mencari lokasi penggantinya yang cukup sulit, tapi alhamdulillah sudah dapat,” tukasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online