2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Foto ilustrasi hujan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja pada Sabtu (16/5/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan lokal yang bisa turun sewaktu-waktu, terutama pada siang hingga sore hari.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut meningkatnya kelembapan udara membuat atmosfer di wilayah DIY menjadi labil. Kondisi ini memicu terbentuknya awan hujan secara cepat, meski tidak merata di seluruh wilayah.
Hujan Lokal Berpotensi Ganggu Aktivitas Warga
Cuaca yang berubah cepat ini perlu diwaspadai masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Mulai dari perjalanan kerja, sekolah, hingga kegiatan ekonomi berpotensi terdampak hujan mendadak.
BMKG menjelaskan, hujan yang terjadi umumnya bersifat singkat namun bisa turun tanpa tanda yang jelas.
Prakiraan Cuaca Tiap Wilayah DIY
Berikut kondisi cuaca di lima kabupaten/kota di DIY:
Kulonprogo: Hujan ringan, suhu 23–28°C, kelembapan 80–98%
Gunungkidul: Kabut/asap, suhu 22–29°C, kelembapan 78–99%
Bantul: Udara kabur, suhu 23–29°C, kelembapan 76–99%
Sleman: Hujan ringan, suhu 23–29°C, kelembapan 74–94%
Kota Jogja: Hujan ringan, suhu 23–30°C, kelembapan 73–97%
Dari data tersebut, Sleman dan Kota Jogja menjadi wilayah dengan potensi hujan paling konsisten dibanding daerah lain.
Siang–Sore Jadi Waktu Rawan Hujan
BMKG menyoroti periode siang hingga sore sebagai waktu paling berpotensi terjadi hujan. Hal ini dipicu oleh pembentukan awan konvektif akibat kelembapan tinggi di atmosfer.
Kondisi ini umum terjadi di wilayah tropis seperti Jogja, di mana perubahan cuaca dapat berlangsung cepat dalam hitungan jam.
Waspada Dampak Cuaca
Meski tidak tergolong ekstrem, masyarakat tetap diminta waspada terhadap sejumlah dampak, seperti:
Imbauan BMKG untuk Warga Jogja
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap adaptif menghadapi perubahan cuaca. Beberapa langkah antisipasi yang disarankan antara lain:
BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer di wilayah DIY masih dinamis. Meski belum ada indikasi cuaca ekstrem, kewaspadaan tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap aman dan tidak terganggu oleh hujan mendadak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pegadaian bergerak cepat membantu pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)