Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025)./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa Kabupaten Sragen memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan, Sultan menyebut Sragen sebagai “saudara tua” bagi DIY karena keterkaitan historis yang kuat sejak masa perjuangan Pangeran Mangkubumi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Malam Puncak Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 yang digelar di Kabupaten Sragen, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan itu, Sultan menekankan pentingnya menjaga hubungan historis sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Mataram yang menjadi warisan bersama.
Jejak Sejarah Mataram di Sragen
Sultan mengungkapkan, salah satu titik penting sejarah berada di Pendopo Petilasan Pandak, Kecamatan Masaran, Sragen. Lokasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Pangeran Mangkubumi saat memulai perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Perjuangan tersebut kemudian mencapai puncaknya melalui Perjanjian Giyanti pada 1755 yang melahirkan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dari sinilah, keterkaitan antara Sragen dan Yogyakarta tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga historis dan kultural.
“Jejak itu menjadikan Sragen layak disebut sebagai saudara tua DIY. Sukowati bukan sekadar persinggahan, melainkan pilar penting lahirnya Yogyakarta,” ujar Sultan dalam keterangannya.
Muhibah Budaya Jadi Ruang Merawat Warisan
Lebih lanjut, Sultan menilai Muhibah Budaya 2026 bukan sekadar seremoni atau ajang silaturahmi. Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk menggali, merawat, dan mengembangkan khazanah budaya Mataram melalui diskusi, sarasehan, hingga pertunjukan seni.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan asal-usul akan menjadi modal penting bagi generasi mendatang dalam menjaga identitas budaya.
“Dengan memahami jejak sejarah, kita dapat membangun kesadaran generasi penerus untuk menjaga dan mengembangkan budaya,” tuturnya.
Sragen–DIY Terikat Sejarah dan Spiritualitas
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pemerintah Daerah DIY dalam rangkaian Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen. Ia menilai kunjungan tersebut membawa makna lebih dari sekadar seremoni.
“Kehadiran Ngarsa Dalem membawa kesejukan spiritual dan kultural bagi masyarakat Sragen,” katanya.
Sigit menambahkan, hubungan antara Sragen dan DIY tidak hanya didasarkan pada sejarah, tetapi juga pada nilai spiritualitas yang kuat. Tradisi pembacaan sejarah Pangeran Mangkubumi bahkan rutin dilakukan setiap peringatan hari jadi, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Perkuat Ikatan Budaya Jawa
Momentum Muhibah Budaya ini dinilai menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan antara Sragen dan Yogyakarta sekaligus menjaga budaya Jawa yang adiluhung.
“Muhibah budaya ini menjadi penguat sambung rasa antara Sragen dan Yogyakarta. Harapannya, hubungan ini semakin erat dan berkelanjutan,” ujar Sigit.
Dengan semangat pelestarian budaya, baik DIY maupun Sragen diharapkan terus menjaga warisan Mataram sebagai identitas bersama yang tidak lekang oleh waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Harbolnas 2026 ditargetkan mencapai Rp40 triliun, naik 10% dari 2025, dengan cakupan promosi barang, jasa, akomodasi, dan transportasi.
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Satpol PP Bantul dan BBPOM DIY menemukan 34 jamu obat kuat mengandung bahan kimia berbahaya di sebuah depot di Srandakan.
Program Indomaret Peduli Berbagi menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah kepada Rahmat, warga yang beralamat di Terban GK