Jalur Trans Jogja Terbaru, Cek Tarifnya di Sini
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Penandatanganan perjanjian proof of concept penerapan teknologi satelit untuk mendeteksi kebocoran pipa bawah tanah pada Senin (13/7/2026). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Inovasi pengelolaan air bersih mulai diterapkan di Sleman. PDAM Tirta Sembada menjadi perusahaan daerah pertama di Indonesia yang menguji teknologi satelit untuk mendeteksi kebocoran pipa bawah tanah.
Terobosan ini merupakan hasil kolaborasi antara PDAM Tirta Sembada Sleman, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan perusahaan riset asal Korea Selatan, Stellarvision. Uji coba tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian proof of concept pada Senin (13/7/2026).
Penelitian akan berlangsung selama enam bulan ke depan dengan memanfaatkan satelit radar SAOCOM milik Argentina. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi perubahan kondisi tanah yang mengindikasikan adanya kebocoran pipa di bawah permukaan.
Deteksi Lebih Cepat dan Efisien
Selama ini, proses pencarian kebocoran pipa bawah tanah masih dilakukan secara konvensional, yang membutuhkan waktu lama serta biaya besar. Dengan teknologi satelit, proses tersebut diharapkan menjadi jauh lebih cepat dan akurat.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho, mengatakan inovasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air bersih.
“Dengan bantuan teknologi satelit, identifikasi kebocoran pipa diharapkan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional,” ujarnya.
Uji Tantangan di Iklim Tropis
Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Wirastuti Widyatmanti, menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya menguji efektivitas teknologi, tetapi juga mengkaji tantangan penerapannya di Indonesia.
Salah satu faktor utama adalah tingginya curah hujan di wilayah tropis yang berbeda dengan Korea Selatan sebagai negara subtropis. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi akurasi deteksi satelit sehingga perlu penyesuaian lebih lanjut.
Meski demikian, ia menyebut perkembangan kerja sama di Sleman menjadi salah satu yang paling cepat dibandingkan proyek serupa di negara lain.
Tekan Kehilangan Air
Saat ini, tingkat kehilangan air (non-revenue water) PDAM Tirta Sembada Sleman masih berada di angka 24,5 persen. Kebocoran pipa menjadi salah satu penyebab utama, selain faktor usia jaringan, tekanan kendaraan berat, dan akar pohon.
Beberapa wilayah dengan tingkat kebocoran tinggi antara lain Nogotirto, Bimomartani, serta kawasan Sleman bagian barat.
Jika uji coba ini berhasil, teknologi berbasis satelit berpotensi menjadi solusi baru untuk menekan kehilangan air sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Ke depan, ini bisa menjadi terobosan penting dalam pengelolaan jaringan air minum yang lebih modern dan efisien,” pungkas Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
14 Juli: Hari Pajak Nasional, Hari Peduli Hiu, Hari Emmeline Pankhurst, dan Hari Pandemonium. Simak sejarah dan keunikan masing-masing peringatan.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.