Kecelakaan di Berbah, Pemotor Tewas Terpental ke Jalur Berlawanan
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan seorang pemotor setelah diduga kehilangan konsentrasi dan terpental ke jalur berlawanan.
Foto ilustrasi Siswa SMA - dibuat menggunakan artificial intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, SLEMAN—Seluruh rombongan belajar (rombel) SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Sleman dipastikan terisi penuh setelah seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 selesai. Bangku yang sempat kosong karena ada calon murid tidak melakukan daftar ulang akhirnya terisi melalui mekanisme pemenuhan cadangan.
Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Sleman memastikan tidak ada sekolah negeri di wilayahnya yang kekurangan peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027. Tahapan pemenuhan cadangan dilakukan menggunakan mekanisme yang sama dengan seleksi sebelumnya, yakni mengacu pada jalur penerimaan yang berlaku dan hasil seleksi masing-masing peserta.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Pariyana, mengatakan seluruh kuota penerimaan murid baru di SMA dan SMK Negeri telah terpenuhi.
"Alhamdulillah penuh semua, tidak ada yang kekurangan siswa," kata Pariyana, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, setelah pengumuman hasil seleksi terdapat sejumlah calon murid yang tidak melakukan daftar ulang sehingga menyisakan bangku kosong.
"Jadi pas diumumkan pertama itu kan terus kemudian daftar ulang, nah ada yang tidak daftar ulang. Kemudian itu dilanjutkan dengan tahapan di aplikasi dengan pemenuhan cadangan," tandasnya.
Menurut Pariyana, proses pemenuhan cadangan tetap mengacu pada ketentuan seleksi yang berlaku, termasuk mempertimbangkan jalur penerimaan dan hasil seleksi peserta sesuai aturan SPMB 2026.
Ia menambahkan, kondisi seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh bukan kali pertama terjadi. Tren tersebut berlangsung hampir setiap tahun dan menunjukkan lulusan SMP maupun sederajat di Sleman terserap ke jenjang pendidikan menengah.
"Insyaallah sudah terserap, karena kalau yang negeri jelas penuh, kalau yang swasta kan masih banyak juga kan sekolah swasta yang daya tampungnya juga banyak," ujarnya.
Pariyana juga mengungkapkan selama pelaksanaan SPMB sempat terjadi kendala teknis pada hari terakhir pendaftaran. Sistem mengalami perlambatan karena diakses secara bersamaan oleh banyak pengguna sehingga sejumlah calon murid mendatangi Balai Dikmen untuk meminta informasi.
"Sistemnya itu down sehingga pendaftar juga gelisah. Terus kemudian kan itu diundur batas waktunya. Yang semula hanya sampai pukul 12.00 WIB, terus sampai pukul 14.00 WIB," katanya.
Setelah seluruh tahapan penerimaan selesai, para murid baru kini mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menurut Pariyana, pelaksanaan MPLS di setiap sekolah tetap mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi masing-masing sekolah diberikan ruang untuk menonjolkan karakter dan kearifan lokal.
"Masing-masing sekolah memang kemudian menekankan di kearifan lokalnya. Jadi, karena setiap sekolah punya karakteristik masing-masing," katanya.
Ia berharap pelaksanaan MPLS mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, nyaman, indah, dan bersih sehingga murid baru dapat beradaptasi dengan baik pada awal tahun ajaran.
"Karena memang diharapkan intinya pada sekolah yang aman, sehat, nyaman, indah, resik, itu yang diharapkan," kata Pariyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan seorang pemotor setelah diduga kehilangan konsentrasi dan terpental ke jalur berlawanan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo usai Etik Suryani ditetapkan KPK.
Mahfud MD menilai pengalihan penyidikan kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejaksaan Agung tidak dikenal dalam KUHAP.
Bank Mandiri menghadirkan DHE Tracker di Kopra by Mandiri untuk memudahkan eksportir memenuhi ketentuan DHE SDA sesuai PP Nomor 8 Tahun 2025.
UMY menonaktifkan sementara dosen Prodi Farmasi FKIK terkait dugaan pelecehan seksual sambil menunggu investigasi dan pemeriksaan tuntas.
Kemendikdasmen membuka MPLS Ramah 2026 dan menegaskan seluruh sekolah harus bebas dari praktik perpeloncoan serta senioritas.