LFR Membludak, Akses Sepeda ke Malioboro Bisa Ditutup Sementara
Pemkot Jogja tegaskan pembatasan sepeda di Malioboro hanya situasional saat LFR membludak demi kenyamanan wisatawan dan pejalan kaki.
Foto ilustrasi kegatan MPLS dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—SMP Negeri 10 Jogja memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan menambah dua rombongan belajar (rombel) baru. Penambahan tersebut membuat sekolah mampu menerima 64 siswa tambahan sehingga lebih banyak lulusan SD memperoleh kesempatan bersekolah di SMP negeri pada tahun ini.
Tambahan rombel mulai diterapkan bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Meski gedung tambahan belum tersedia, kegiatan belajar mengajar tetap memanfaatkan ruang kelas yang ada sambil menunggu penyelesaian unit sekolah baru.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengatakan penambahan dua rombel di SMPN 10 merupakan respons atas tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Umbulharjo, yang selama bertahun-tahun menginginkan tambahan daya tampung SMP negeri.
"Umbulharjo sudah bertahun-tahun meminta tambahan kelas. Tahun ini kami agak nekat, meskipun belum punya gedung baru, kami tetap menambah dua kelas sehingga bisa menerima tambahan 64 siswa," katanya saat membuka MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 10 Jogja, Senin.
Menurut Hasto, untuk sementara seluruh aktivitas belajar masih berlangsung di gedung yang ada. Pemerintah Kota Jogja berencana merehabilitasi SD Mendungan 1 yang nantinya akan difungsikan sebagai unit kedua SMP Negeri 10 Jogja.
Ia mengapresiasi kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah yang bersedia menyesuaikan proses pembelajaran demi mengakomodasi tambahan peserta didik sambil menunggu kesiapan fasilitas baru.
Hasto menjelaskan penambahan rombel dilakukan karena daya tampung SMP negeri masih belum seimbang dengan jumlah lulusan SD serta tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di sekolah negeri. "Animo masuk SMP negeri memang sangat tinggi. Lulusan SD di Kota Jogja sekitar 6.100 anak, belum termasuk dari luar kota yang juga ingin masuk. Karena itu kursi di SMP negeri masih kurang," ujarnya.
Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir Pemerintah Kota Jogja telah menambah empat rombongan belajar di sejumlah SMP negeri, terdiri atas dua rombel di SMP Negeri 10, satu rombel di SMP Negeri 1, dan satu rombel di SMP Negeri 9. Penambahan kapasitas masih dimungkinkan apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Pada kesempatan tersebut, Hasto juga mengingatkan agar pelaksanaan MPLS berlangsung tanpa perpeloncoan maupun perundungan. Ia meminta seluruh sekolah menjadikan kegiatan orientasi sebagai ruang yang aman bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Menurutnya, MPLS seharusnya menjadi sarana membangun kedekatan antara siswa baru, guru, dan kakak kelas melalui kegiatan yang menyenangkan serta mampu menggali harapan maupun kekhawatiran peserta didik.
Kepala SMP Negeri 10 Jogja, Edy Thomas Suharta, mengatakan sekolah terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pembaruan sarana dan prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memberikan pelatihan kepada guru, termasuk pelatihan public speaking agar penyampaian materi di kelas semakin menarik.
"Kami juga menekankan budaya keramahan. Hubungan guru dan siswa harus dekat, tetapi tetap saling menghormati," ujarnya.
Selain melakukan evaluasi program setiap bulan, SMP Negeri 10 Jogja juga memperkuat pembinaan keagamaan bagi seluruh siswa sesuai agama masing-masing. Sekolah turut menyediakan seragam bekas layak pakai hasil donasi alumni untuk membantu siswa dari keluarga yang membutuhkan sehingga orang tua dapat mengurangi beban biaya pada awal tahun ajaran.
"Seragam itu diberikan secara gratis kepada siswa yang membutuhkan sehingga orang tua bisa memprioritaskan kebutuhan lain terlebih dahulu," kata Edy.
Sebelum penambahan rombel, SMP Negeri 10 Jogja memiliki tujuh rombongan belajar pada setiap jenjang. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima tambahan 64 siswa sehingga jumlah peserta didik baru mencapai 288 orang. Pihak sekolah memastikan ruang kelas yang tersedia masih mencukupi hingga gedung tambahan selesai disiapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja tegaskan pembatasan sepeda di Malioboro hanya situasional saat LFR membludak demi kenyamanan wisatawan dan pejalan kaki.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Bregada Jaga Malioboro Jadi Daya Tarik Wisata, Pengunjung Antusias Berfoto dan Bertanya Seputar Budaya Jogja