Budi Asrori Resmi Jadi Sekda Kota Jogja, Hasto Beri Tugas Khusus

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 08 Juli 2026 18:27 WIB
Budi Asrori Resmi Jadi Sekda Kota Jogja, Hasto Beri Tugas Khusus

Budi Santosa Asrori (tengah) mengambil sumpah jabatan saat pelantikan sebagai Sekda Kota Jogja di Balaikota Jogja pada Rabu (8/7/2026). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.

Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo resmi melantik Budi Asrori sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja pada Rabu (8/7/2026) sore. Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu dipercaya memimpin birokrasi Pemkot Jogja dengan tugas utama mempercepat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri proses seleksi jabatan Sekda yang sebelumnya menghasilkan tiga kandidat akhir. Selain Budi Santosa Asrori, dua nama lain yang masuk daftar akhir ialah Ignatius Trihastono, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, serta Octo Noor Arafat yang menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja.

Sekda Kota Jogja Budi Asrori.

Hasto Sebut Jabatan Sekda Sangat Strategis

Dalam sambutannya, Hasto menegaskan Sekda memiliki posisi sentral sebagai pemimpin birokrasi yang bertanggung jawab memastikan seluruh program pemerintah berjalan efektif dan selaras dengan visi pembangunan daerah.

Menurutnya, jabatan Sekda bukan sekadar mengoordinasikan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi representasi birokrasi di seluruh lingkungan Pemkot Jogja, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kapanewon, kemantren, hingga unit pelayanan publik.

"Jabatan Sekretaris Daerah menjadi jabatan yang sangat strategis. Sekda harus memiliki kompetensi yang mumpuni dan komitmen yang kuat terhadap pelayanan publik," ujar Hasto dalam pelantikan Sekda Kota Jogja, Rabu (8/7/2026).

Perkuat Pelayanan Publik dan Reformasi ASN

Hasto menekankan birokrasi di lingkungan Pemkot Jogja perlu menerapkan konsep new public management dengan menempatkan masyarakat sebagai pihak yang harus memperoleh pelayanan terbaik.

Karena itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) didorong menghadirkan pelayanan prima (service excellence) sebagai bagian dari upaya mempercepat reformasi birokrasi.

Selain memimpin birokrasi, Budi Santosa Asrori juga diminta mengawal pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia diharapkan memastikan seluruh program prioritas Pemkot Jogja berjalan selaras dengan visi Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun pemerintah pusat.

Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Kota Jogja

Hasto menilai pembangunan Kota Jogja tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat.

Ia juga meminta seluruh ASN berperan sebagai agent of change yang mampu menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sebagai contoh penerapan semangat gotong royong, Hasto menyinggung Program Korve Gotong Royong yang dilaksanakan setiap Jumat. Kegiatan tersebut melibatkan ASN untuk membersihkan lingkungan di berbagai titik di Kota Jogja.

Menurutnya, keteladanan aparatur pemerintah menjadi faktor penting untuk mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Perkuat Sinergi dengan Pemda DIY

Menutup sambutannya, Hasto mengajak seluruh jajaran Pemkot Jogja bersama Sekda yang baru memperkuat sinergi dengan Pemda DIY dalam menjalankan berbagai program strategis.

Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain penataan Sumbu Filosofi Jogja, pengembangan kawasan pedestrian, serta mewujudkan Kota Jogja yang unggul, berdaya saing, inklusif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online