Hasil Cek Sumur Warga Sekitar Pabrik Kulit Keluar Sepekan
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Program normalisasi Sungai Jogja menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menekan risiko banjir sekaligus memperbaiki kualitas kawasan bantaran sungai. Tiga sungai utama, yakni Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong, ditargetkan selesai dinormalisasi secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun melalui pembersihan sampah, pengerukan sedimentasi, hingga penertiban berbagai aktivitas di bantaran maupun badan sungai.
Saat meninjau kawasan Terban, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa pekerjaan normalisasi Sungai Code telah menunjukkan perkembangan signifikan. Progres penanganan di lokasi tersebut saat ini diperkirakan sudah mencapai sekitar 80%, sehingga menjadi proyek yang paling diprioritaskan dibandingkan dua sungai lainnya.
Menurut Hasto, normalisasi Sungai Jogja tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air agar mampu mengurangi potensi banjir. Penataan kawasan bantaran juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, serta memiliki nilai estetika yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Saya ingin bantaran yang sudah dibersihkan ini tidak kembali kumuh. Dulu sempat dipenuhi kandang ayam, sekarang harus kita tata. Saya minta ditanami bunga-bunga agar lebih indah dan bisa menjadi ruang yang produktif bagi masyarakat," katanya, Jumat (3/7/2026).
Untuk mendukung upaya tersebut, Hasto meminta aparatur kewilayahan, mulai dari Mantri Pamong Praja hingga lurah, menggerakkan partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti lomba kebersihan dan penataan lingkungan di tingkat RT maupun RW. Selain mempercantik kawasan, bantaran sungai juga didorong menjadi ruang yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya melalui budidaya lebah madu yang memanfaatkan tanaman air mata pengantin sebagai sumber pakan.
Di sisi lain, ia menilai vegetasi alami yang tumbuh di bantaran sungai, khususnya pada lokasi yang belum dilengkapi talud, tetap perlu dipertahankan selama tidak mengganggu kebersihan maupun kelancaran aliran sungai. Menurutnya, keberadaan pepohonan berperan penting dalam mencegah erosi sekaligus menjaga cadangan air tanah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam pelaksanaan normalisasi Sungai Jogja adalah perlunya koordinasi dengan wilayah perbatasan, terutama Kabupaten Sleman.
Ia menjelaskan masih terdapat aktivitas masyarakat di sisi sungai yang masuk wilayah Kabupaten Sleman. Karena itu, penyelarasan penanganan perlu dilakukan agar proses normalisasi dapat berjalan menyeluruh di kedua wilayah.
"Koordinasi dengan Kabupaten Sleman segera kami lakukan karena masih ada aktivitas warga di atas badan sungai. Setelah itu alat berat bisa masuk untuk menuntaskan pembersihan di sisi timur," ujarnya.
Lebih lanjut, Umi mengatakan Pemkot Jogja telah memasang trash barrier atau penghalang sampah di sejumlah titik sebagai langkah menjaga kebersihan sungai setelah proses normalisasi selesai dilakukan. Selain itu, pengerukan sedimentasi akan dijadwalkan secara rutin setiap tahun, terutama pada Juli hingga Agustus ketika debit air sungai relatif lebih rendah sehingga pekerjaan dapat berlangsung lebih efektif.
Secara keseluruhan, progres normalisasi Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong saat ini baru mencapai sekitar 30%. Meski demikian, Hasto optimistis target penyelesaian dalam dua tahun dapat direalisasikan apabila didukung konsistensi anggaran serta kolaborasi seluruh pihak.
Bersamaan dengan pekerjaan fisik tersebut, Pemkot Jogja juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penertiban karamba maupun kolam ikan yang masih berada di bantaran sungai agar proses normalisasi berjalan optimal dan fungsi sungai sebagai ruang publik yang bersih, aman, serta berkelanjutan dapat terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Donald Trump membuka peluang bertemu kembali dengan Kim Jong Un pada November 2026 saat kunjungan ke Asia.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.