Wisata Kraton Jogja Ramai saat Libur Sekolah, Edukator Jadi Andalan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 07 Juli 2026 04:27 WIB
Wisata Kraton Jogja Ramai saat Libur Sekolah, Edukator Jadi Andalan

Suasana Bangsal Mandolosono Kraton Ngayogyakarta. - Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA— Kunjungan wisatawan ke Kraton Jogja masih bertahan tinggi selama masa libur sekolah. Puncak kunjungan tercatat pada Kamis dan Jumat dengan jumlah wisatawan yang datang mencapai lebih dari 4.000 orang per hari, didominasi wisatawan domestik yang berlibur bersama keluarga.

Memasuki akhir pekan, jumlah pengunjung memang sedikit menurun, namun tetap berada pada kisaran 3.500 hingga 4.000 orang per hari, menunjukkan minat masyarakat terhadap wisata budaya di Kraton Jogja masih kuat.

"Kalau akhir pekan ini sekitar 3.500 sampai 4.000 orang. Puncaknya justru Kamis dan Jumat, jumlah pengunjung lebih dari 4.000 orang," ujar Carik Kawedanan Radyakartiyasa Kraton Jogja, Nyi KRT Noorsundari, Senin (6/7/2026).

Wisatawan Domestik Masih Mendominasi

Noorsundari menjelaskan mayoritas pengunjung selama periode libur sekolah berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sebagian besar merupakan wisatawan domestik yang datang bersama keluarga, terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara belum mengalami peningkatan yang berarti. Hingga masa libur sekolah berlangsung, belum terlihat lonjakan jumlah wisatawan asing yang datang ke Kraton Jogja.

Fokus pada Kesiapan Layanan

Menghadapi tingginya jumlah pengunjung, pengelola Kraton Jogja tidak menerapkan persiapan khusus. Prioritas utama diarahkan pada kesiapan internal, termasuk menjaga kondisi petugas serta memastikan edukator siap mendampingi wisatawan.

Saat ini, Kraton Jogja memiliki sekitar 45 hingga 50 edukator yang mampu memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris. Keberadaan mereka dinilai semakin penting karena pola kunjungan wisatawan telah berubah.

"Dulu pengunjung lebih banyak mendengarkan pemandu bercerita. Sekarang interaksinya jauh lebih banyak. Mereka tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga belajar tentang kebudayaan," katanya.

Wisatawan Ingin Memahami Sejarah dan Budaya

Menurut Noorsundari, wisatawan mancanegara umumnya telah mempersiapkan kunjungan dengan mencari informasi terlebih dahulu melalui buku maupun internet. Saat berada di Kraton Jogja, mereka memanfaatkan kesempatan untuk mencocokkan informasi tersebut sekaligus menggali penjelasan yang lebih mendalam dari para edukator.

Motivasi wisatawan asing pun beragam. Sebagian ingin melihat secara langsung bentuk istana di Indonesia, ada yang melakukan napak tilas karena memiliki hubungan keluarga atau pernah berkunjung ke Kraton pada masa lalu, sementara lainnya datang melalui paket perjalanan yang disiapkan agen wisata.

Kraton Jogja Dorong Pariwisata Berkualitas

Untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata, Kraton Jogja terus menjalin kerja sama dengan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dalam menyusun paket kunjungan yang lebih berkualitas.

Noorsundari menegaskan, pengembangan wisata tidak hanya berfokus pada bangunan fisik Kraton, tetapi juga pada pemahaman sejarah, tradisi, dan nilai budaya yang masih dijaga hingga kini.

"Kami ingin mengembangkan pariwisata yang berkualitas. Wisatawan tidak hanya mengetahui seperti apa bangunan Kraton atau apa saja isinya, tetapi juga memahami sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya," ujarnya.

Ia menambahkan, wisatawan domestik juga semakin aktif bertanya mengenai sejarah Kraton Jogja, tradisi, serta berbagai kebudayaan yang masih dilestarikan hingga saat ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online