Hasto Buka Kanal Aduan Warga untuk Laporkan Dugaan Pungli
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Hari pertama verifikasi berkas Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur Domisili Daerah dan Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) di SMP Negeri 5 Jogja dipadati calon peserta didik bersama orang tua mereka, Senin (29/6/2026). Tingginya minat masyarakat membuat antrean sudah terbentuk sejak sebelum subuh.
Sejumlah orang tua diketahui telah datang sejak pukul 05.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean lebih awal. Kondisi tersebut membuat area pelayanan verifikasi di sekolah ramai sejak gerbang belum dibuka.
Kepala SMP Negeri 5 Jogja, Siti Arina Budiastuti, mengatakan fenomena antrean panjang pada jalur Domisili Daerah hampir selalu terjadi setiap tahun karena tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMPN 5 Jogja.
“Hari ini sejak pukul 05.00 WIB sudah ada orang tua yang mengantre. Bahkan ada inisiatif dari mereka sendiri membuat daftar kehadiran sehingga saat gerbang dibuka kami tinggal membagikan nomor antrean sesuai urutan,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan peserta, sekolah membuka lima loket pelayanan verifikasi berkas. Hingga siang hari, proses pelayanan berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun gangguan sistem.
Menurut Arina, jumlah antrean diperkirakan mencapai sekitar 300 peserta. Namun, proses verifikasi relatif cepat karena sebagian besar calon peserta didik telah lebih dulu melakukan pendaftaran secara daring.
“Jika berkas lengkap, satu peserta bahkan bisa selesai kurang dari lima menit,” ujarnya.
Pada hari pertama pelaksanaan verifikasi, SMPN 5 Jogja melayani dua jalur penerimaan, yakni Domisili Daerah dan KSJPS. Total kuota yang disediakan untuk kedua jalur tersebut sebanyak 156 siswa. Adapun total daya tampung SMPN 5 Jogja pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 320 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar.
Salah satu orang tua calon siswa, Oda, warga Gamping, mengaku sengaja berangkat sebelum subuh demi memperoleh nomor antrean awal. Ia tiba di sekolah sekitar pukul 05.00 WIB dan mendapatkan nomor antrean 41.
“Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 04.45 WIB. Sengaja datang pagi supaya dapat antrean awal. Tidak ada kendala, memang demi anak bisa masuk SMP 5,” ujarnya.
Menurut Oda, SMPN 5 Jogja menjadi pilihan utama karena reputasinya sebagai salah satu sekolah favorit di Kota Jogja. Ia optimistis anaknya memiliki peluang diterima melalui jalur Domisili Daerah.
Hal serupa disampaikan Miftahul Hudin, warga Kotagede. Berdasarkan pengalaman saat mendaftarkan anak pertamanya pada tahun sebelumnya, ia memilih datang lebih pagi agar tidak harus mengantre hingga siang hari.
“Pengalaman tahun lalu antre sampai siang, jadi sekarang sengaja datang lebih pagi. Informasi dari grup WhatsApp juga menyarankan datang pagi,” katanya.
Di sisi lain, Ririn Handriani, warga Pajeksan, mengaku cukup terkejut melihat panjangnya antrean saat tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Meski demikian, ia menilai pelayanan yang diberikan sekolah cukup membantu.
“Di luar ekspektasi saya, ternyata ramai sekali. Tapi pelayanannya membantu. Saya sempat belum mencetak berkas verifikasi, langsung dibantu petugas,” ujarnya.
Arina menjelaskan bahwa waktu verifikasi berkas masih menjadi salah satu faktor penentu apabila terdapat calon peserta didik dengan nilai yang sama.
“Kalau nilainya sama, maka waktu verifikasi berkas bisa menjadi pembeda. Karena itu banyak orang tua memilih datang sejak subuh agar mendapatkan antrean lebih awal,” ungkapnya.
Sebagai hasil evaluasi pelaksanaan SPMB tahun-tahun sebelumnya, sekolah juga memindahkan lokasi pelayanan ke area yang lebih teduh dan nyaman di dalam lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan orang tua maupun calon peserta didik selama proses verifikasi berlangsung.
“Kami ingin pelayanan lebih nyaman dan lebih humanis. Orang tua tidak perlu berdesakan di luar karena bisa menunggu di area yang lebih teduh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta warga melaporkan dugaan pungli dan premanisme melalui JSS maupun kanal pengaduan lainnya.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.