Pemkab Sleman Prioritaskan Pasien Cuci Darah untuk Reaktivasi BPJS
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman siap mendorong pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di seluruh padukuhan. Langkah ini ditujukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Ketua JPSM Sehati Kabupaten Sleman, Sumarsana, mengatakan pembentukan KPSM menjadi salah satu upaya yang akan ditindaklanjuti organisasi untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman.
Melalui keberadaan kelompok pengelola di setiap padukuhan, masyarakat diharapkan semakin aktif melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri.
Menurut Sumarsana, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sebagai organisasi relawan lingkungan, JPSM Sehati berkomitmen membantu pemerintah daerah mengurangi persoalan sampah melalui gerakan berbasis masyarakat.
“Pengukuhan oleh Bupati hari ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berharga bagi kami. Ini sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi. Kami menyadari bahwa tugas penanganan sampah bukanlah hal ringan, tetapi sebagai bagian dari relawan lingkungan, kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Sleman,” katanya di Pemkab Sleman pada Jumat (6/11/2026).
JPSM Sehati Bidik Target Zero Sampah
Sumarsana menambahkan penguatan kelembagaan JPSM Sehati menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi sekaligus memperluas jejaring pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Organisasi tersebut berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus berjalan sehingga program pengurangan sampah dapat terlaksana lebih efektif.
Dia berharap berbagai upaya tersebut dapat membawa Sleman menuju kondisi zero sampah. Untuk mencapai target itu, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri perlu terus dibangun.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kelembagaan JPSM Sehati.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu pelaksanaan program dan kegiatan organisasi.
Harda berharap seluruh program kerja JPSM Sehati dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat benar-benar dijalankan dengan baik dan penuh keikhlasan. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama agar setiap program dapat berjalan serta memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.