Musisi dan UMKM Mundur dari Rans Carnival di Maguwo, Polisi Bantah Kerahkan Massa
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman siap mendorong pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di seluruh padukuhan. Langkah ini ditujukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Ketua JPSM Sehati Kabupaten Sleman, Sumarsana, mengatakan pembentukan KPSM menjadi salah satu upaya yang akan ditindaklanjuti organisasi untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman.
Melalui keberadaan kelompok pengelola di setiap padukuhan, masyarakat diharapkan semakin aktif melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri.
Menurut Sumarsana, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sebagai organisasi relawan lingkungan, JPSM Sehati berkomitmen membantu pemerintah daerah mengurangi persoalan sampah melalui gerakan berbasis masyarakat.
“Pengukuhan oleh Bupati hari ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berharga bagi kami. Ini sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi. Kami menyadari bahwa tugas penanganan sampah bukanlah hal ringan, tetapi sebagai bagian dari relawan lingkungan, kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Sleman,” katanya di Pemkab Sleman pada Jumat (6/11/2026).
JPSM Sehati Bidik Target Zero Sampah
Sumarsana menambahkan penguatan kelembagaan JPSM Sehati menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi sekaligus memperluas jejaring pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Organisasi tersebut berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus berjalan sehingga program pengurangan sampah dapat terlaksana lebih efektif.
Dia berharap berbagai upaya tersebut dapat membawa Sleman menuju kondisi zero sampah. Untuk mencapai target itu, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri perlu terus dibangun.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kelembagaan JPSM Sehati.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu pelaksanaan program dan kegiatan organisasi.
Harda berharap seluruh program kerja JPSM Sehati dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat benar-benar dijalankan dengan baik dan penuh keikhlasan. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama agar setiap program dapat berjalan serta memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah musisi dan UMKM mundur dari Rans Carnival. Kapolresta Sleman membantah isu pengerahan massa dan pembagian uang Rp50.000.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 7 November 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Baznas dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersinergi mengentaskan kemiskin
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 7 November 2026. Tarif normal bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.