Bantuan Modal Usaha Tanpa Agunan 2026, Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
Pelaku UMKM bisa mempelajari pilihan bantuan modal usaha tanpa agunan, dokumen yang perlu disiapkan, cara pengajuan, serta ketentuan KUR 2026.
Foto ilustrasi bedah rumah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menjalankan program bedah rumah untuk membantu warga kurang mampu yang tinggal di hunian tidak layak. Kali ini, bantuan renovasi diberikan kepada dua warga di Kemantren Tegalrejo, yakni Parsilah, warga Kelurahan Tegalrejo, dan Sugeng Widodo, warga Kelurahan Karangwaru.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, meninjau langsung kondisi kedua rumah tersebut pada Minggu (31/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh penerima.
Menurut Hasto, program bedah rumah tersebut didanai melalui kolaborasi berbagai pihak. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta dari Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta. Selain itu, terdapat dukungan dari Sekretariat Daerah Kota Jogja sebagai organisasi perangkat daerah pendamping serta bantuan dari umat Kristiani di lingkungan Pemkot Jogja.
"Setiap rumah mendapatkan bantuan Rp20 juta dari Baznas Kota Jogja Kemudian ada tambahan dukungan dari OPD pendamping dan unsur masyarakat lainnya," kata Hasto dikutip dari laman Pemkot.
Ia menegaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi upaya pemerintah menjamin hak warga untuk memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak huni.
Kondisi rumah milik Parsilah menjadi salah satu yang diprioritaskan karena dinilai sudah cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan penghuni apabila tidak segera diperbaiki.
"Rumah Bu Parsilah kondisinya memang sangat membutuhkan perbaikan. Beberapa bagian sudah rapuh sehingga bantuan harus segera direalisasikan agar penghuni dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Sementara itu, rumah milik Sugeng Widodo di Kelurahan Karangwaru juga mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah tua. Keterbatasan ekonomi membuat pemilik rumah belum mampu melakukan renovasi secara mandiri.
Hasto mengatakan penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, dukungan dari lembaga sosial, perangkat daerah, komunitas keagamaan, hingga masyarakat menjadi faktor penting agar program kemanusiaan dapat berjalan optimal.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar program sosial seperti bedah rumah bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan," katanya.
Parsilah mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan selama ini merasa khawatir ketika hujan deras turun karena kondisi rumah yang sudah rusak di beberapa bagian.
"Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jogja Baznas, dan semua pihak yang membantu. Rumah ini memang sudah lama rusak. Saat hujan deras saya sering khawatir karena takut ada bagian yang roboh," ujarnya.
Melalui program bedah rumah yang terus digulirkan, Pemkot Jogja berharap jumlah rumah tidak layak huni di berbagai wilayah dapat terus berkurang. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan hunian yang aman dan sehat bagi warga berpenghasilan rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku UMKM bisa mempelajari pilihan bantuan modal usaha tanpa agunan, dokumen yang perlu disiapkan, cara pengajuan, serta ketentuan KUR 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.